Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Nagara
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau kontras, dengan arti "meskipun" atau "walaupun". Pola ini mengekspresikan situasi di mana kenyataan yang terjadi berbeda atau bertolak belakang dengan apa yang diharapkan dari kondisi sebelumnya.
Pola aktivitas ganda paralel ~ながら (nagara) digunakan saat SUBJEK PELAKU YANG SAMA MELAKUKAN DUA AKTIVITAS SECARA BERSAMAAN DALAM WAKTU YANG SAMA, DI MANA KLAUSA PERTAMA [A] MERUPAKAN AKSI SAMBILAN/SEKUNDER DAN KLAUSA KEDUA [B] ADALAH AKSI UTAMA YANG LEBIH DIFOKUSKAN ("Belajar sambil mendengarkan musik", "Mengobrol sambil minum kopi", "Makan sambil nonton TV").
[Kata Kerja 1 Batang Masu] + ながら、[Kata Kerja 2 (Aksi Utama)]
音楽を聴きながら勉強する (belajar sambil mendengarkan musik).コーヒーを飲みながら話す (mengobrol sambil minum kopi).歩きながらスマホを見る (main HP sambil berjalan).Dilarang keras memakai nagara bila pelaku di klausa 1 dan klausa 2 berbeda orang.
| Kategori Simultan | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Aktivitas Belajar | 聴き + ながら | 私は毎晩、好きなクラシック音楽を聴きながらリラックスして読書をします。 | Kiki-nagara... | Tiap malam saya membaca buku santai sambil mendengarkan musik klasik. |
| Bahaya Lalu Lintas | 操作し + ながら | 自転車に乗りながらスマートフォンを操作する行為は、法律で禁止されています。 | Sousa shi-nagara... | Mengoperasikan HP sambil mengendarai sepeda dilarang keras oleh hukum. |
| Diskusi Santai | 飲み + ながら | たまにはカフェでおいしいコーヒーを飲みながら、将来の夢について語り合おう。 | Nomi-nagara... | Sesekali mari ngobrol impian masa depan sambil ngopi enak di kafe. |
| Kerja Sambil Kuliah | 働き + ながら | 彼は昼間アルバイトで働きながら、夜間大学に通って卒業を目指している。 | Hataraki-nagara... | Ia kuliah malam demi sarjana sambil kerja paruh waktu di siang hari. |
〜ながら: Ragam lisan umum percakapan sehari-hari.〜つつ: Ragam tertulis sastrawi formal & ada makna kontradiksi batin (知りつつ).母が料理を作りながら、私はテレビを見た。 (Salah tata bahasa fatal!)母が料理を作っている間に、私はテレビを見た。 (Benar → beda pelaku wajib gunakan aida ni).Baik~maupun~ (pilihan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + うが + KK (Kamus) + うが. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Di satu sisi~di sisi lain Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + 一方. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Sebagai ganti / trade-off Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + を引き換えにして. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Berbeda dengan / sebaliknya Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にひきかえ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Yang semestinya (tidak melakukan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + ともあろうものが. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Meskipun dikatakan~tetapi Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + とはいえ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Di sisi lain (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + 半面. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Sebagai ganti / di sisi lain Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + を引き換えに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Di sisi lain / sebaliknya Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + 反面. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Walaupun~tetapi (tidak sesuai) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + わりに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Pola ini digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang bertentangan, setara dengan arti "meskipun" atau "walaupun". Klausa pertama menyatakan suatu fakta atau kenyataan, namun hasil yang terjadi di klausa kedua tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari fakta tersebut.
Meskipun~pun (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + とて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Meskipun (sambil) sebenarnya Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Masu) + つつも. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Baik~maupun~ (standar) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + にしても. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan kritik, kekesalan, cemoohan terhadap subjek. Perilaku subjek bertentangan dengan keadaan asli. Digunakan saat kenyataan tidak sesuai harapan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞普通形/い形容詞 + くせに・な形容詞 + な + くせに・名詞 + の + くせに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Bertentangan dengan Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + に反して. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Baik~maupun~ Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + にしろ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Meskipun~tetap (sekalipun) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: たとえ + KK (Te) + も. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa meskipun suatu pengandaian atau kenyataan diterima, hal tersebut tidak mengubah keputusan, penilaian, atau situasi di klausa utama. Pola ini membawa nuansa kelonggaran atau konsesi, sering kali disertai kritik, saran, atau pendapat pribadi pembicara.
Pola ini digunakan untuk menunjukkan pertentangan, di mana kenyataan yang terjadi di luar dugaan meskipun ada kondisi tertentu di awal. Pola ini sering membawa nuansa penyesalan, pujian, atau pengakuan atas suatu keadaan yang kontradiktif. Biasanya digunakan dalam situasi formal atau bahasa tulis.
Berubah total / 180 derajat Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + とは打って変わって. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Meskipun~pun (sangat formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: たとえ + KK (Kamus) + とも. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk menyatakan pertentangan atau konsesi yang berarti meskipun atau walaupun. Pola ini menekankan rasa terkejut, kecewa, atau ketidakpuasan karena hasil yang terjadi di luar dugaan atau tidak sesuai dengan keadaan yang disebutkan di awal.
Kupikir~ternyata (sebaliknya) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + と思いきや. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk membandingkan dua aspek atau keadaan yang berbeda, berlawanan, atau saling melengkapi dari satu subjek atau situasi yang sama. Dalam bahasa Indonesia, pola ini sering diterjemahkan menjadi "di sisi lain" atau "sementara itu". Pola ini membawa nuansa objektif dan analitis, sehingga sering ditemukan dalam artikel berita, presentasi, atau tulisan akademis.
Memang~tapi Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ことは~が. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Baik~maupun~ (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + にせよ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Melakukan atau tidak (tetap sama) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + うが + KK (Kamus) + まいが. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk mengoreksi atau membatasi ekspektasi pendengar terhadap pernyataan sebelumnya. Pola ini menjelaskan bahwa kenyataan sebenarnya tidak sehebat atau se-ekstrem yang mungkin dibayangkan orang lain. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + といっても. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Digunakan untuk mengoreksi atau membatasi ekspektasi pendengar terhadap pernyataan sebelumnya. Pola ini menjelaskan bahwa kenyataan sebenarnya tidak sehebat atau se-ekstrem yang mungkin dibayangkan orang lain. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + といっても. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.