Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Shi Te Mo
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Pola pengandaian konsesif hipotesis ~としても (to shite mo) digunakan saat pembicara MENGASUMSIKAN KONDISI HIPOTESIS PALING EKSTREM / KEMUNGKINAN TERBURUK PADA KLAUSA [A], NAMUN MENEGASKAN BAHWA HASIL, KEPUTUSAN, TEKAD, ATAU PERASAAN PADA KLAUSA [B] SAMA SEKALI TIDAK AKAN BERUBAH ATAU TERPENGARUH ("Kalaupun semisal gagal, saya tidak akan menyesal", "Sekalipun dia punya banyak uang, kebahagiaan sejati tak bisa dibeli", "Kalaupun mulai sekarang naik taksi, tetap tidak akan keburu").
[Futsuukei] + としても (失敗したとしても = kalaupun semisal gagal, 高いとしても = sekalipun mahal).[KS-na / KB] + だ + としても (wajib menyisipkan だ).本当だとしても (kalaupun semisal itu benar), プロだとしても (sekalipun dia profesional).Klausa belakang hampir selalu memuat penolakan perubahan pendirian (Tidak akan goyah, tetap tidak keburu, tidak terpengaruh).
| Kategori Konsesif | Pola Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Tekad Pantang Sesal | 失敗した + としても | たとえ今回の挑戦が失敗したとしても、全力を尽くしたなら後悔はしない。 | Shippai shita to... | Walaupun semisal tantangan ini gagal, bila sudah sekuat tenaga aku takkan sesal. |
| Keterbatasan Waktu | 走った + としても | 今からタクシーに乗って走ったとしても、開演時間には間に合わない。 | Hashitta to shite mo... | Sekalipun mulai sekarang naik taksi ngebut, tetap gak bakal keburu jam mulai. |
| Asumsi Kebenaran (KB) | 本当だ + としても | その話が仮に本当だとしても、彼を一方的に責めるのは不公平だ。 | Hontou da to... | Sekalipun cerita itu semisal benar, menyalahkannya sepihak adalah tidak adil. |
| Kekayaan Finansial | 大金持ちだ + としても | たとえ大金持ちだとしても、人の心までお金で買うことはできない。 | Ookanemochi da to... | Sekalipun seseorang kaya raya, hati manusia takkan pernah bisa dibeli uang. |
〜としても: Mengasumsikan situasi hipotesis imajinatif / asumsi pengandaian yang belum tentu nyata (Even supposing that...).〜ても: Pengandaian konsesif umum sehari-hari (Ametemo iku = Walau hujan saya pergi).だ pada Kata Benda / KS-na:本当としても → ⭕ 本当だとしても (Benar → wajib menyisipkan da).Tergantung / sehingga (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + 次第だ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Kalau sudah~ (jadi berbeda) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + ともなると. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa meskipun suatu tindakan dilakukan atau suatu situasi terjadi, hasil yang diharapkan tetap tidak akan tercapai atau sia-sia. Pola ini biasanya diikuti oleh kesimpulan negatif, keraguan, atau penilaian bahwa usaha tersebut tidak ada gunanya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau kondisi hipotetis yang spesifik tempat suatu tindakan atau aturan berlaku. Biasanya muncul dalam situasi formal, petunjuk keselamatan, atau aturan tertulis untuk menjelaskan tindakan yang harus diambil jika kondisi tersebut terjadi. Nuansa yang dibawanya terkesan sopan, resmi, dan terstruktur jelas.
Kalau (seperti itu) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ようなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にかかっている. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk menyatakan hubungan proporsional di mana perubahan pada satu hal berbanding lurus dengan perubahan hal lainnya (makin... makin...). Pola ini mengekspresikan bahwa peningkatan derajat suatu tingkat atau kondisi akan secara otomatis memicu peningkatan pada akibat yang ditimbulkannya. Penggunaannya bersifat umum dan netral, dapat dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + ら最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Mengandaikan situasi belum terjadi atau tidak nyata. Pembicara ambil keputusan atau opini berdasarkan asumsi. Nuansa logis, sering untuk perencanaan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + とすれば / 名詞・な形容詞 + だとすれば. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau~habis sudah / sia-sia Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + それまでだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau pengandaian berdasarkan topik atau informasi yang baru saja diangkat oleh lawan bicara. Pola ini mengangkat konteks tersebut sebagai dasar pembicaraan sebelum menyampaikan respons atau keputusan. Nuansa yang dihadirkan adalah respons kontekstual yang berfokus spesifik pada topik terkait.
Menyatakan pengandaian murni tentang suatu situasi yang belum pasti atau tidak nyata. Digunakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan dilakukan jika pengandaian tersebut benar-benar terwujud. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS/KB (Bentuk Biasa) + としたら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + が最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau syarat yang harus dipenuhi agar suatu hasil dapat terwujud. Syarat yang dinyatakan pada klausa awal menjadi kunci utama terjadinya klausa hasil di bagian belakang. Pola ini membawa nuansa hubungan sebab-akibat logis yang bersifat teoritis, alami, atau kondisi mutlak.
Mengungkapkan kondisi hipotetis yang sulit atau hampir mustahil terwujud, sering disertai ancaman atau konsekuensi negatif jika hal itu terjadi. Bisa juga berarti 'kalau saja bisa...' sebagai ekspresi keinginan kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Kamus + ものなら / KK Bentuk Mungkin (可能形) + ものなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan kondisi atau situasi pengandaian. Berfungsi menetapkan keadaan hipotetis untuk menjelaskan tindakan selanjutnya. Nuansa formal. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS-i (Bentuk Biasa) + 場合 / KS-na + な + 場合 / KB + の + 場合. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 次第で. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Pola ini digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang bertentangan, setara dengan arti "meskipun" atau "walaupun". Klausa pertama menyatakan suatu fakta atau kenyataan, namun hasil yang terjadi di klausa kedua tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari fakta tersebut.
Digunakan untuk mengoreksi atau membatasi ekspektasi pendengar terhadap pernyataan sebelumnya. Pola ini menjelaskan bahwa kenyataan sebenarnya tidak sehebat atau se-ekstrem yang mungkin dibayangkan orang lain. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + といっても. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.