Menyiapkan NihongoRoute...
N3 To Shi Tara
Tata BahasaMenyatakan pengandaian murni tentang suatu situasi yang belum pasti atau tidak nyata. Digunakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan dilakukan jika pengandaian tersebut benar-benar terwujud. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS/KB (Bentuk Biasa) + としたら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola pengandaian hipotesis imajinatif ~としたら (to shitara / to sureba / to suru to) digunakan saat pembicara MEMBUAT ASUMSI ATAU ANDAI-ANDAI HIPOTESIS MURNI PADA KLAUSA [A] YANG BELUM TENTU TERJADI ATAU SANGAT KECIL KEMUNGKINANNYA, KEMUDIAN MEMAPARKAN AKIBAT, KEPUTUSAN, ATAU RESPON APA YANG AKAN DILAKUKAN PADA KLAUSA [B] ("Seandainya menang lotre 10 miliar apa yang akan kamu lakukan?", "Seandainya terlahir kembali ingin jadi apa?", "Kalau semisal prediksi itu benar, bencana akan terjadi").
[Futsuukei] + としたら / とすれば (留学できるとしたら = seandainya bisa kuliah ke luar negeri, 本当だとしたら = seandainya benar).[KS-na / KB] + だ + としたら (wajib menyisipkan だ).Sangat lazim diakhiri kalimat pertanyaan: どうしますか (apa yang akan kamu lakukan?) atau pernyataan tekad.
| Kategori Hipotesis | Pola Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Imajinasi Reinkarnasi | 生まれ変わる + としたら | もし生まれ変わることができるとしたら、鳥になって空を飛びたい。 | Umarekawaru koto ga... | Seandainya bisa terlahir kembali, aku ingin jadi burung terbang di langit. |
| Imajinasi Finansial | 当たった + としたら | 宝くじで3億円が当たったとしたら、まず世界一周旅行に行きます。 | Atatta to shitara... | Seandainya menang lotre 300 juta yen, pertama-tama saya keliling dunia. |
| Asumsi Kebenaran (KB) | 本当だ + としたら | その噂が本当だとしたら、会社の経営陣は大混乱に陥るだろう。 | Hontou da to shitara... | Seandainya rumor itu benar, jajaran direksi pasti akan jatuh dalam kekacauan. |
| Hipotesis Waktu Luang | 1ヶ月休みがある + とすれば | もし1ヶ月の休暇が取れるとすれば、どこへ行って何をしたいですか。 | Ikkagetsu kyuuka ga... | Kalau semisal dapat cuti 1 bulan, ke mana Anda ingin pergi dan berbuat apa? |
〜としたら: Murni hipotesis imajinatif / asumsi situasi yang belum nyata (Pure hypothetical condition).〜たら: Pengkondisian umum waktu atau kejadian nyata (Kalau sampai stasiun hubungi saya).だ pada Kata Benda / KS-na:本当としたら → ⭕ 本当だとしたら (Benar → wajib menyisipkan da).Tergantung / sehingga (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + 次第だ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Kalau sudah~ (jadi berbeda) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + ともなると. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa meskipun suatu tindakan dilakukan atau suatu situasi terjadi, hasil yang diharapkan tetap tidak akan tercapai atau sia-sia. Pola ini biasanya diikuti oleh kesimpulan negatif, keraguan, atau penilaian bahwa usaha tersebut tidak ada gunanya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau kondisi hipotetis yang spesifik tempat suatu tindakan atau aturan berlaku. Biasanya muncul dalam situasi formal, petunjuk keselamatan, atau aturan tertulis untuk menjelaskan tindakan yang harus diambil jika kondisi tersebut terjadi. Nuansa yang dibawanya terkesan sopan, resmi, dan terstruktur jelas.
Kalau (seperti itu) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ようなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にかかっている. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk menyatakan hubungan proporsional di mana perubahan pada satu hal berbanding lurus dengan perubahan hal lainnya (makin... makin...). Pola ini mengekspresikan bahwa peningkatan derajat suatu tingkat atau kondisi akan secara otomatis memicu peningkatan pada akibat yang ditimbulkannya. Penggunaannya bersifat umum dan netral, dapat dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + ら最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Mengandaikan situasi belum terjadi atau tidak nyata. Pembicara ambil keputusan atau opini berdasarkan asumsi. Nuansa logis, sering untuk perencanaan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + とすれば / 名詞・な形容詞 + だとすれば. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau~habis sudah / sia-sia Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + それまでだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau pengandaian berdasarkan topik atau informasi yang baru saja diangkat oleh lawan bicara. Pola ini mengangkat konteks tersebut sebagai dasar pembicaraan sebelum menyampaikan respons atau keputusan. Nuansa yang dihadirkan adalah respons kontekstual yang berfokus spesifik pada topik terkait.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + が最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau syarat yang harus dipenuhi agar suatu hasil dapat terwujud. Syarat yang dinyatakan pada klausa awal menjadi kunci utama terjadinya klausa hasil di bagian belakang. Pola ini membawa nuansa hubungan sebab-akibat logis yang bersifat teoritis, alami, atau kondisi mutlak.
Mengungkapkan kondisi hipotetis yang sulit atau hampir mustahil terwujud, sering disertai ancaman atau konsekuensi negatif jika hal itu terjadi. Bisa juga berarti 'kalau saja bisa...' sebagai ekspresi keinginan kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Kamus + ものなら / KK Bentuk Mungkin (可能形) + ものなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan kondisi atau situasi pengandaian. Berfungsi menetapkan keadaan hipotetis untuk menjelaskan tindakan selanjutnya. Nuansa formal. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS-i (Bentuk Biasa) + 場合 / KS-na + な + 場合 / KB + の + 場合. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 次第で. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.