Menyiapkan NihongoRoute...
N1 To Mo Naru To
Tata BahasaKalau sudah~ (jadi berbeda) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + ともなると. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola eskalasi tingkatan hierarki, kedewasaan usia, atau situasi darurat ~ともなると / ~ともなれば(ともなると) (to mo naru to / to mo nareba) digunakan saat pembicara MENJELASKAN BAHWA JIKA SESEORANG SUDAH MENCAPAI STATUS TINGGI, JIKA USIA SUDAH MASUK KEPALA 40, JIKA SUDAH JADI PRESIDEN DIREKTUR, ATAU JIKA LIBUR PANJANG LEBARAN TIBA PADA KLAUSA [A], MAKA SECARA ALAMIAH TUNTUTAN TANGGUNG JAWAB, KEMACETAN JALAN, ATAU KUALITAS KINERJA PADA KLAUSA [B] AKAN MENGALAMI PERUBAHAN ESKALASI TINGKAT TINGGI YANG SANGAT BERBEDA DARI BIASANYA ("Bila sudah menjabat Direktur Utama jam istirahat pun tak ada", "Bila musim liburan tiba bandara padat sesak", "Bila usia masuk 40 tahun stamina tubuh mulai turun" ).
[Kata Benda Status Tinggi / Musim / Usia] + ともなると / ともなれば、[Perubahan Alami / Eskalasi B]
社長ともなると、個人の自由な時間はほとんどない (bila sudah mencapai level presiden direktur, waktu santai pribadi nyaris lenyap).子供も高校生ともなれば、親に本音を話さなくなる (anak bila sudah menginjak usia SMA, mulai tertutup jarang curhat ke ortu).ゴールデンウィークともなると、高速道路はどこも大渋滞だ (bila musim libur Golden Week tiba, jalan tol mana pun macet horor).Partikel とも (to mo) menekankan bobot tingkatan status yang telah dicapai.
| Kategori Eskalasi Status & Perubahan | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Beban Tanggung Jawab Level Direktur | 上場企業の社長 + ともなると重責 | 上場企業の社長ともなると、一言の発言が株価を大きく左右するため、極度の緊張と重責が伴う。 | Shachou to mo... | Bila sudah jadi Dirut perusahaan Tbk, sepatah kata gerakkan saham tekanan mental luar biasa! |
| Kemandirian Anak Menginjak Dewasa | 20歳の大人生 + ともなれば自己責任 | 20歳の大人生ともなれば、自分の行動の結果に対して法的な責任を一人で負わねばならない。 | 20-sai to mo nareba... | Bila sudah menginjak umur 20 tahun dewasa, segala tindak-tanduk wajib tanggung jawab mandiri! |
| Kemacetan Horor Musim Liburan | 年末年始とも + なると空港は大混雑 | 年末年始ともなると、帰省客や海外旅行客で成田空港のロビーは足の踏み場もないほど大混雑する。 | Nenmatsu-nenshi to mo. | Bila libur tahun baru tiba, bandara penuh sesak pemudik sampai tak ada celah melangkah! |
| Penurunan Fisik Usia Kepala 40 | 40代ともなると + 徹夜が体に堪える | 20代の頃は平気だった徹夜仕事も、40代ともなると翌日に疲労が抜けず激しく体に堪える。 | 40-dai to mo naru to... | Waktu muda kuat begadang, bila usia masuk kepala 40 stamina rontok letih berhari-hari! |
〜ともなると: Menekankan BOBOT ESKALASI TINGKATAN TINGGI / STATUS SPESIAL (When it comes to the stage of...). 〜になると: Penunjuk waktu/musim netral biasa (Haru ni naru to).とも untuk Penekanan Hierarki:春になると桜が咲く (Wajar biasa) ⭕プロのピアニストともなると桁違いだ (Penekanan status tinggi) ⭕春になるともなると桜が咲く (Salah, peristiwa alami biasa tidak memakai penekanan hierarki ともなると) → ⭕ 春になると桜が咲く (haru ni naru to sakura ga saku) cukup pakai 〜と biasa; 〜ともなると khusus dipakai untuk penekanan status/level tinggi seperti プロともなると, bukan peristiwa musiman wajar.Tergantung / sehingga (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + 次第だ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan bahwa meskipun suatu tindakan dilakukan atau suatu situasi terjadi, hasil yang diharapkan tetap tidak akan tercapai atau sia-sia. Pola ini biasanya diikuti oleh kesimpulan negatif, keraguan, atau penilaian bahwa usaha tersebut tidak ada gunanya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau kondisi hipotetis yang spesifik tempat suatu tindakan atau aturan berlaku. Biasanya muncul dalam situasi formal, petunjuk keselamatan, atau aturan tertulis untuk menjelaskan tindakan yang harus diambil jika kondisi tersebut terjadi. Nuansa yang dibawanya terkesan sopan, resmi, dan terstruktur jelas.
Kalau (seperti itu) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ようなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にかかっている. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk menyatakan hubungan proporsional di mana perubahan pada satu hal berbanding lurus dengan perubahan hal lainnya (makin... makin...). Pola ini mengekspresikan bahwa peningkatan derajat suatu tingkat atau kondisi akan secara otomatis memicu peningkatan pada akibat yang ditimbulkannya. Penggunaannya bersifat umum dan netral, dapat dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + ら最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Mengandaikan situasi belum terjadi atau tidak nyata. Pembicara ambil keputusan atau opini berdasarkan asumsi. Nuansa logis, sering untuk perencanaan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + とすれば / 名詞・な形容詞 + だとすれば. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau~habis sudah / sia-sia Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + それまでだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau pengandaian berdasarkan topik atau informasi yang baru saja diangkat oleh lawan bicara. Pola ini mengangkat konteks tersebut sebagai dasar pembicaraan sebelum menyampaikan respons atau keputusan. Nuansa yang dihadirkan adalah respons kontekstual yang berfokus spesifik pada topik terkait.
Menyatakan pengandaian murni tentang suatu situasi yang belum pasti atau tidak nyata. Digunakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan dilakukan jika pengandaian tersebut benar-benar terwujud. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS/KB (Bentuk Biasa) + としたら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + が最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau syarat yang harus dipenuhi agar suatu hasil dapat terwujud. Syarat yang dinyatakan pada klausa awal menjadi kunci utama terjadinya klausa hasil di bagian belakang. Pola ini membawa nuansa hubungan sebab-akibat logis yang bersifat teoritis, alami, atau kondisi mutlak.
Mengungkapkan kondisi hipotetis yang sulit atau hampir mustahil terwujud, sering disertai ancaman atau konsekuensi negatif jika hal itu terjadi. Bisa juga berarti 'kalau saja bisa...' sebagai ekspresi keinginan kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Kamus + ものなら / KK Bentuk Mungkin (可能形) + ものなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan kondisi atau situasi pengandaian. Berfungsi menetapkan keadaan hipotetis untuk menjelaskan tindakan selanjutnya. Nuansa formal. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS-i (Bentuk Biasa) + 場合 / KS-na + な + 場合 / KB + の + 場合. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 次第で. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Meskipun tidak~setidaknya Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Nai) + までも. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tidak bisa dipastikan tidak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Nai) + とも限らない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.