Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Nara
Tata BahasaPola ini digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau pengandaian berdasarkan topik atau informasi yang baru saja diangkat oleh lawan bicara. Pola ini mengangkat konteks tersebut sebagai dasar pembicaraan sebelum menyampaikan respons atau keputusan. Nuansa yang dihadirkan adalah respons kontekstual yang berfokus spesifik pada topik terkait.
Pola ~なら (nara) adalah bentuk pengandaian (conditional) berbasis topik pembicaraan yang digunakan saat pembicara merespons topik yang baru saja diangkat lawan bicara untuk memberikan saran, opini, rekomendasi, atau batas kemampuan ("Kalau urusan masakan Jepang, kedai itu nomor satu", "Kalau bahasa Jepang saya bisa, tapi kalau Mandarin tidak bisa").
[Kata Benda] + なら (日本料理なら = kalau soal masakan Jepang, 明日なら = kalau besok).[KK Kamus / Futsuukei] + (の)なら (行くなら = kalau kamu mau pergi).[KS-i] + なら (安いなら = kalau murah).[KS-na (tanpa な)] + なら (便利なら = kalau praktis).Klausa depan 〜なら adalah informasi yang dipegang pembicara, dan klausa belakang BEBAS memuat saran permohonan (〜てください), rekomendasi (〜がいいです), atau ajakan (〜ましょう).
| Kategori Pemakaian | Formula Pola | Contoh Kalimat Lengkap | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Rekomendasi Kuliner | KB + なら | おいしい寿司を食べるなら、駅前の店が一番ですよ。 | Oishii sushi o taberu nara, ekimae no mise ga ichiban desu yo. | Kalau mau makan sushi yang lezat, kedai depan stasiun paling mantap lho. |
| Saran Destinasi | Tempat + なら | 紅葉を見るなら、京都の秋が最高です。 | Kouyou o miru nara, Kyouto no aki ga saikou desu. | Kalau mau melihat daun musim gugur, musim gugur di Kyoto terbaik. |
| Batasan Kemampuan | KB + なら | ひらがななら書けますが、漢字はまだ書けません。 | Hiragana nara kakemasu ga, kanji wa mada kakemasen. | Kalau cuma huruf Hiragana saya bisa menulisnya, tapi Kanji belum bisa. |
| Kondisi Waktu | Waktu + なら | 明日の午後なら、時間が取れますよ。 | Ashita no gogo nara, jikan ga toremasu yo. | Kalau besok siang, saya bisa luangkan waktu lho. |
〜なら (Merujuk Ide Lawan Bicara / Rekomendasi): Memberi respon atas topik yang disebut lawan bicara (Kamera nara Akihabara desu).〜たら (Syarat Waktu Nyata Kronologis): Kondisi A harus terjadi dulu baru B terlaksana (Kattara misete kudasai).だ pada Kata Benda Sebelum *Nara*:寿司だなら (Salah) → ⭕ 寿司なら (Benar → kata benda langsung tempel nara)な pada Kata Sifat-na:静かななら (Salah) → ⭕ 静かなら (Benar).Tergantung / sehingga (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + 次第だ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Kalau sudah~ (jadi berbeda) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + ともなると. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa meskipun suatu tindakan dilakukan atau suatu situasi terjadi, hasil yang diharapkan tetap tidak akan tercapai atau sia-sia. Pola ini biasanya diikuti oleh kesimpulan negatif, keraguan, atau penilaian bahwa usaha tersebut tidak ada gunanya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau kondisi hipotetis yang spesifik tempat suatu tindakan atau aturan berlaku. Biasanya muncul dalam situasi formal, petunjuk keselamatan, atau aturan tertulis untuk menjelaskan tindakan yang harus diambil jika kondisi tersebut terjadi. Nuansa yang dibawanya terkesan sopan, resmi, dan terstruktur jelas.
Kalau (seperti itu) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ようなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にかかっている. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Digunakan untuk menyatakan hubungan proporsional di mana perubahan pada satu hal berbanding lurus dengan perubahan hal lainnya (makin... makin...). Pola ini mengekspresikan bahwa peningkatan derajat suatu tingkat atau kondisi akan secara otomatis memicu peningkatan pada akibat yang ditimbulkannya. Penggunaannya bersifat umum dan netral, dapat dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + ら最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Mengandaikan situasi belum terjadi atau tidak nyata. Pembicara ambil keputusan atau opini berdasarkan asumsi. Nuansa logis, sering untuk perencanaan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + とすれば / 名詞・な形容詞 + だとすれば. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau~habis sudah / sia-sia Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + それまでだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan pengandaian murni tentang suatu situasi yang belum pasti atau tidak nyata. Digunakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan dilakukan jika pengandaian tersebut benar-benar terwujud. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS/KB (Bentuk Biasa) + としたら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + が最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau syarat yang harus dipenuhi agar suatu hasil dapat terwujud. Syarat yang dinyatakan pada klausa awal menjadi kunci utama terjadinya klausa hasil di bagian belakang. Pola ini membawa nuansa hubungan sebab-akibat logis yang bersifat teoritis, alami, atau kondisi mutlak.
Mengungkapkan kondisi hipotetis yang sulit atau hampir mustahil terwujud, sering disertai ancaman atau konsekuensi negatif jika hal itu terjadi. Bisa juga berarti 'kalau saja bisa...' sebagai ekspresi keinginan kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Kamus + ものなら / KK Bentuk Mungkin (可能形) + ものなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan kondisi atau situasi pengandaian. Berfungsi menetapkan keadaan hipotetis untuk menjelaskan tindakan selanjutnya. Nuansa formal. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS-i (Bentuk Biasa) + 場合 / KS-na + な + 場合 / KB + の + 場合. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 次第で. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.