Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Ba Hodo
Tata BahasaDigunakan untuk menyatakan hubungan proporsional di mana perubahan pada satu hal berbanding lurus dengan perubahan hal lainnya (makin... makin...). Pola ini mengekspresikan bahwa peningkatan derajat suatu tingkat atau kondisi akan secara otomatis memicu peningkatan pada akibat yang ditimbulkannya. Penggunaannya bersifat umum dan netral, dapat dipakai dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Pola korelasi ~ば~ほど (ba ~ hodo) digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat proporsional bertingkat di mana semakin tinggi derajat atau intensitas suatu kondisi [A], maka semakin tinggi / bertambah pula tingkat kondisi [B] ("Makin banyak latihan MAKIN mahir", "Makin murah MAKIN bagus", "Makin dipikirkan MAKIN tidak paham").
[KK Bentuk Syarat-Ba] + [KK Bentuk Kamus] + ほど練習すれば練習するほど、上手になります (Makin sering berlatih, makin mahir).考えれば考えるほど、分からなくなります (Makin dipikirkan, makin tidak paham).[KS-i (buang い)] + ければ + [KS-i Kamus] + ほど安ければ安いほどいいです (Makin murah makin bagus).早ければ早いほど助かります (Makin cepat makin sangat terbantu).[KS-na] + なら (atau であれば) + [KS-na] + なほど静かなら静かなほど、集中できます (Makin tenang, makin bisa konsentrasi).簡単なら簡単なほどいいです (Makin mudah makin bagus).多ければ多いほどいい (Ooikereba ooi hodo ii) = Makin banyak makin bagus.
| Kelas Kata | Pola ば | Pola ほど | Contoh Kalimat Nyata | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Kata Kerja (Latihan) | 練習すれば | 練習するほど | 日本語は話せば話すほど、上手になります。 | Bahasa Jepang makin sering diucapkan, makin menjadi fasih. |
| Kata Sifat-i (Harga) | 安ければ | 安いほど | 物は安ければ安いほど、買いやすいですね。 | Barang itu makin murah harganya, makin mudah dibeli ya. |
| Kata Sifat-i (Waktu) | 早ければ | 早いほど | 荷物の発送は早ければ早いほど助かります。 | Pengiriman paket barang makin cepat makin sangat terbantu. |
| Kata Sifat-na (Kamar) | 静かなら | 静かなほど | 勉強部屋は静かなら静かなほどいいです。 | Kamar belajar makin tenang suasananya makin bagus. |
〜ば〜ほど: Menghubungkan 2 sisi kata yang sama untuk menyatakan derajat korelasi bertingkat (Makin A makin B).〜にしたがって (N3): Perubahan alami seiring berjalannya waktu.勉強すれば、覚えるほど (Salah bentuk rumus)勉強すれば勉強するほど (Benar → kata kerja pada kedua sisi wajib identik sama).Tergantung / sehingga (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + 次第だ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Kalau sudah~ (jadi berbeda) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + ともなると. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa meskipun suatu tindakan dilakukan atau suatu situasi terjadi, hasil yang diharapkan tetap tidak akan tercapai atau sia-sia. Pola ini biasanya diikuti oleh kesimpulan negatif, keraguan, atau penilaian bahwa usaha tersebut tidak ada gunanya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau kondisi hipotetis yang spesifik tempat suatu tindakan atau aturan berlaku. Biasanya muncul dalam situasi formal, petunjuk keselamatan, atau aturan tertulis untuk menjelaskan tindakan yang harus diambil jika kondisi tersebut terjadi. Nuansa yang dibawanya terkesan sopan, resmi, dan terstruktur jelas.
Kalau (seperti itu) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ようなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + にかかっている. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + ら最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Mengandaikan situasi belum terjadi atau tidak nyata. Pembicara ambil keputusan atau opini berdasarkan asumsi. Nuansa logis, sering untuk perencanaan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 普通形 + とすれば / 名詞・な形容詞 + だとすれば. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Kalau~habis sudah / sia-sia Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + それまでだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau pengandaian berdasarkan topik atau informasi yang baru saja diangkat oleh lawan bicara. Pola ini mengangkat konteks tersebut sebagai dasar pembicaraan sebelum menyampaikan respons atau keputusan. Nuansa yang dihadirkan adalah respons kontekstual yang berfokus spesifik pada topik terkait.
Menyatakan pengandaian murni tentang suatu situasi yang belum pasti atau tidak nyata. Digunakan untuk membayangkan apa yang akan terjadi atau apa yang akan dilakukan jika pengandaian tersebut benar-benar terwujud. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS/KB (Bentuk Biasa) + としたら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian konsesif, yaitu "meskipun/walaupun" suatu kondisi terjadi, hasil yang diharapkan tidak akan berubah atau tindakan lain tetap dilakukan. Pola ini menekankan bahwa kondisi di klausa pertama tidak memengaruhi keputusan atau kenyataan di klausa kedua. Biasanya digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
Kalau sudah~maka selesai/parah Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + が最後. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pengandaian atau syarat yang harus dipenuhi agar suatu hasil dapat terwujud. Syarat yang dinyatakan pada klausa awal menjadi kunci utama terjadinya klausa hasil di bagian belakang. Pola ini membawa nuansa hubungan sebab-akibat logis yang bersifat teoritis, alami, atau kondisi mutlak.
Mengungkapkan kondisi hipotetis yang sulit atau hampir mustahil terwujud, sering disertai ancaman atau konsekuensi negatif jika hal itu terjadi. Bisa juga berarti 'kalau saja bisa...' sebagai ekspresi keinginan kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Kamus + ものなら / KK Bentuk Mungkin (可能形) + ものなら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan kondisi atau situasi pengandaian. Berfungsi menetapkan keadaan hipotetis untuk menjelaskan tindakan selanjutnya. Nuansa formal. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS-i (Bentuk Biasa) + 場合 / KS-na + な + 場合 / KB + の + 場合. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tergantung pada Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 次第で. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Digunakan untuk menyebutkan dua atau lebih alasan secara sejajar dan kumulatif guna memperkuat suatu alasan atau kesimpulan. Pola ini memberi nuansa bahwa ada alasan pendukung lain selain yang disebutkan secara eksplisit. Sering dipakai untuk menjelaskan sebab-akibat dengan kesan lebih halus dan tidak kaku dibanding hanya memakai から atau ので.
Digunakan untuk menyatakan perubahan kondisi, kebiasaan, atau kemampuan seseorang dari tidak bisa/tidak biasa menjadi bisa/terbiasa (atau sebaliknya jika dalam bentuk negatif). Pola ini menekankan proses transisi bertahap atau titik balik perkembangan kemampuan yang terjadi seiring berjalannya waktu.