Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Te Alasan
Tata BahasaPola pembentuk sebab-akibat ini menggunakan bentuk ~て untuk menghubungkan alasan di klausa pertama dengan perasaan, emosi, atau kondisi stasis (tidak sengaja) di klausa kedua. Pola ini menyatakan bahwa kejadian di bagian awal secara alami memicu timbulnya respon emosi atau keadaan di bagian akhir. Nuansa yang dihadirkan terasa alami dan wajar tanpa ada unsur kesengajaan dari pembicara.
Pola sambung sebab-akibat ~て (Bentuk-Te Alasan) digunakan saat klausa pertama menjadi penyebab munculnya PERASAAN EMOSI BATIN (gembira, sedih, lega, kaget, khawatir), KONDISI FISIK KEMAMPUAN, ATAU SITUASI DI LUAR KENDALI KEMAUAN MANUSIA ("Mendengar berita itu saya KAGET", "Bisa bertemu Anda saya SENANG", "Karena sakit saya TIDAK BISA PERGI").
びっくりする (kaget), 安心する (lega), 残念だ (kecewa), 嬉しい (senang), 悲しい (sedih).家族の声を聞いて、安心しました。 (Mendengar suara keluarga, saya jadi lega.)試験に合格できなくて、とても残念です。 (Karena tidak bisa lulus ujian, rasanya sangat kecewa.)日本語が難しくて、理解できません。 (Karena bahasa Jepang sukar, saya tidak bisa memahami.)Klausa belakang DILARANG BERUPA KALIMAT KEHENDAK, PERINTAH, ATAU AJAKAN (tidak boleh diikuti 〜てください / 〜ましょう → untuk kalimat ajakan gunakan 〜から).
| Kategori / Bentuk | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Kelegaan Hati | 聞いて (mendengar) | 家族が無事だと聞いて、心から安心しました。 | Romaji | Mendengar keluarga selamat, saya merasa sangat lega. |
| Kekecewaan Mendalam | 行けなくて (tidak bisa) | 旅行に一緒に行けなくて、本当に残念でした。 | Romaji | Karena tidak bisa ikut liburan bareng, saya sangat kecewa. |
| Keterkejutan (Kaget) | 見て (melihat) | 事故のニュースを見て、とてもびっくりしました。 | Romaji | Melihat berita kecelakaan itu, saya sangat terkejut. |
| Ketidakmampuan Fisik | 痛くて (sakit) | お腹が痛くて、ご飯が食べられません。 | Romaji | Karena perut sakit, saya tidak bisa makan nasi. |
〜て (Khusus Emosi Spontan & Ketidakmampuan): Alasan alamiah yang timbul otomatis tanpa sengaja.〜から (Bebas Perintah / Ajakan): 危ないから、触るな! (Karena bahaya, jangan sentuh! → boleh perintah).危なくて、触らないでください。 (Salah tata bahasa berat!)危ないですから、触らないでください。 (Benar → ajakan/perintah wajib menggunakan kara).Menyatakan bahwa karena suatu keputusan atau keadaan telah terjadi, maka ada kewajiban atau tekad kuat untuk melakukan tindakan berikutnya. Membawa nuansa tanggung jawab moral yang tinggi. Digunakan dalam situasi formal atau resmi.
Oleh karena itu / karena (formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ゆえに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini memiliki beberapa fungsi penting, seperti menunjukkan penyebab (karena), metode/cara (dengan/melalui), agen pelaku dalam kalimat pasif (oleh), atau perbedaan berdasarkan kasus (tergantung pada). Pola ini sangat umum digunakan dalam situasi formal, baik lisan maupun tulisan.
Berawal dari (kesempatan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + を機に. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Digunakan untuk menyebutkan dua atau lebih alasan secara sejajar dan kumulatif guna memperkuat suatu alasan atau kesimpulan. Pola ini memberi nuansa bahwa ada alasan pendukung lain selain yang disebutkan secara eksplisit. Sering dipakai untuk menjelaskan sebab-akibat dengan kesan lebih halus dan tidak kaku dibanding hanya memakai から atau ので.
Berkat adanya~ (baru mungkin terjadi) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + あっての. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Justru karena~maka Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ba) + こそ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menjawab / menanggapi Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + に答えて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Dari kenyataan bahwa Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ところから. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Karena (alasan, formal) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + もので. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Memanfaatkan (kesempatan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + をいいことに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Karena / untuk Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + ため. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Pola ini digunakan untuk memberikan penjelasan, latar belakang, atau alasan subjektif atas suatu kondisi yang sedang dihadapi atau ditanyakan lawan bicara. Ungkapan ini memberikan nuansa penekanan emosional dan keterlibatan pribadi agar lawan bicara memahami situasi penutur. Pola ini sering dipakai saat menjelaskan alasan keterlambatan, memberikan kabar, atau mengawali permohonan bantuan.
Digunakan untuk menyebutkan dua atau lebih alasan secara sejajar dan kumulatif guna memperkuat suatu alasan atau kesimpulan. Pola ini memberi nuansa bahwa ada alasan pendukung lain selain yang disebutkan secara eksplisit. Sering dipakai untuk menjelaskan sebab-akibat dengan kesan lebih halus dan tidak kaku dibanding hanya memakai から atau ので.