Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Zuku Me
Tata BahasaMenyatakan keadaan penuh satu hal saja secara ekstrem. Sering untuk hal abstrak atau peristiwa keberuntungan/kemalangan. Membawa nuansa keheranan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + ずくめ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ungkapan bernuansa khas ~ずくめ (zukume) digunakan saat SELURUH KEADAAN, PAKAIAN, ATAU RENTETAN PERISTIWA DALAM KURUN WAKTU TERTENTU 100% DIPENUHI ATAU DIDOMINASI OLEH SATU WARNA, HAL POSITIF MENYENANGKAN, ATAU KEJADIAN BURUK BERUNTUN ("Pakaian serba hitam", "Tahun ini penuh berkah kebahagiaan", "Minggu ini penuh kesialan bertubi-tubi").
[Kata Benda] + ずくめ
黒ずくめ (serba hitam / berpakaian serba hitam dari atas sampai bawah), 白ずくめ (serba putih).いいことずくめ (penuh hal-hal menyenangkan), ごちそうずくめ (serba hidangan pesta mewah).嫌なことずくめ (penuh hal menjengkelkan), 規則ずくめ (penuh kekangan aturan).Menggambarkan dominasi total tanpa ada selingan hal lain di sekelilingnya.
| Kategori Dominasi | Kata Benda Terpilih | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Warna Pakaian | 黒ずくめ (serba hitam) | 犯人は黒ずくめの服を着て、夜の街へ逃走しました。 | Kurozukume no fuku o kite... | Pelaku mengenakan pakaian serba hitam lalu kabur ke jalanan malam. |
| Rentetan Bahagia | いいことずくめ | 昇進も決まり結婚も決まって、今年はいいことずくめの1年です。 | Ii koto zukume no ichinen... | Naik jabatan dan nikah disepakati, tahun ini adalah tahun penuh berkah. |
| Kekangan Aturan | 規則ずくめ | この寮は規則ずくめで、門限も厳しくて息が詰まります。 | Kisoku zukume de... | Asrama ini penuh kekangan aturan dan jam malamnya bikin sesak. |
| Rentetan Sial | 嫌なことずくめ | 今週は財布を落とすし風邪はひくし、嫌なことずくめでした。 | Iya na koto zukume deshita. | Minggu ini dompet hilang dan masuk angin, benar-benar penuh kesialan. |
〜ずくめ: Digunakan untuk warna pakaian menyeluruh (黒ずくめ) atau rentetan peristiwa abstrak hidup (いいことずくめ).〜だらけ: Digunakan untuk kekotoran fisik atau kesalahan yang berceceran di permukaan (ゴミだらけ, 間違いだらけ).部屋がゴミずくめだ (Salah kaprah!)部屋がゴミだらけだ (Benar → kotoran fisik berceceran wajib darake).Pola ini menyatakan ketidakmampuan untuk terus melakukan suatu tindakan karena situasi mendesak. Pembicara merasa tidak memiliki waktu luang untuk disia-siakan. Nuansa terburu-buru dan tidak sabar sangat kuat. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞て形 + はいられない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu keadaan atau tindakan yang dibiarkan berlangsung tanpa ada perubahan, lalu tindakan lain dilakukan dalam kondisi tersebut. Biasanya membawa nuansa bahwa kondisi tersebut sebenarnya tidak biasa atau tidak seharusnya dibiarkan begitu saja.
Pola ini digunakan untuk menyatakan tindakan penyesuaian berdasarkan perubahan, tingkat, atau situasi dari hal lain. Menunjukkan respons fleksibel dan proporsional terhadap kondisi dinamis. Biasa muncul dalam instruksi resmi atau pengumuman formal.
Terpaksa~ / dipaksa untuk~ Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜を余儀なくされる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menunjukkan landasan tindakan atau keputusan. Menggunakan fakta, aturan, atau data sebagai dasar. Formal dan objektif. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + に基づいて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Sungguh / merupakan (ungkapan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + の至り. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Terbiasa dengan Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + に慣れて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Tanpa melakukan ~; tidak dengan cara ~. Menyatakan bahwa suatu tindakan dilakukan tanpa disertai tindakan lain yang seharusnya atau biasanya dilakukan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + なしに(は). Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Dalam keadaan~ (tetap,adj) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + ながらの. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan bahwa suatu tindakan dibiarkan terus berlangsung tanpa dihentikan atau diselesaikan, sering kali dengan nuansa kelalaian atau keadaan yang tidak seharusnya dibiarkan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Masu (tanpa ます) + っぱなし. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang belum pernah memiliki pengalaman melakukan suatu aktivitas atau mengalami suatu kejadian di masa lalu. Pola ini menekankan ketiadaan pengalaman dari masa lalu hingga saat ini. Nuansa yang dibawa adalah penegasan mutlak tentang nol pengalaman.
Pola ini menyatakan keberadaan pengalaman masa lalu yang pernah dilakukan setidaknya sekali. Biasanya digunakan untuk membicarakan kejadian istimewa atau riwayat hidup, bukan aktivitas rutin harian. Nuansa yang dibawa bersifat informatif dan fokus pada fakta sejarah personal.
Dalam keadaan~ (tetap) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + ながらに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan tempat atau benda penuh hal kotor, rusak, atau bernilai negatif. Tunjukkan kondisi fisik terlihat langsung. Bawa nuansa kecewa atau tidak suka. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 名詞 + だらけ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan keadaan di mana seluruh permukaan sesuatu (biasanya tubuh atau pakaian) dipenuhi atau dilumuri oleh zat cair, bubuk, atau kotoran yang tidak menyenangkan. Nuansanya sangat visual dan biasanya merujuk pada hal-hal negatif seperti lumpur, darah, keringat, atau debu.
Menyatakan tempat atau benda penuh hal kotor, rusak, atau bernilai negatif. Tunjukkan kondisi fisik terlihat langsung. Bawa nuansa kecewa atau tidak suka. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 名詞 + だらけ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan keadaan di mana seluruh permukaan sesuatu (biasanya tubuh atau pakaian) dipenuhi atau dilumuri oleh zat cair, bubuk, atau kotoran yang tidak menyenangkan. Nuansanya sangat visual dan biasanya merujuk pada hal-hal negatif seperti lumpur, darah, keringat, atau debu.