Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Ni Yotte
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan pencipta, penemu, atau pembuat dari suatu karya, objek, atau penemuan dalam konstruksi kalimat pasif. Pola ini umum dipakai dalam konteks sejarah, artikel berita, dan penulisan formal untuk memberikan kredit objektif kepada pembuatnya. Nuansanya terkesan resmi, baku, dan berfokus pada fakta penemuan atau penciptaan tersebut.
Pola ~によって (ni yotte) adalah bentuk partikel pasif formal yang digunakan untuk menyatakan sosok tokoh pencipta, penemu, perancang, arsitek, atau penulis dari suatu karya monumental, bangunan bersejarah, penemuan ilmiah, atau buku terkenal ("Telepon ditemukan oleh Bell", "Candi Borobudur dibangun oleh...", "Lukisan ini digambar oleh Picasso"). Pola ini selalu berpasangan dengan Kata Kerja Pasif (Ukemi).
[Karya / Bangunan / Penemuan] は [Tokoh Pencipta / Penemu] + によって + [KK Pasif (作られた / 発明された / 発見された / 書かれた)]
電話はベルによって発明されました (Telepon ditemukan oleh Bell).この小説は夏目漱石によって書かれました (Novel ini ditulis oleh Natsume Souseki).によって vs Partikel に Biasa:に (先生に叱られた).によって (ベルによって発明された).| Kategori Karya | Tokoh Pencipta | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Penemuan Sains | ベル (Bell) | 電話は1876年にベルによって発明されました。 | Denwa wa 1876-nen ni Beru ni yotte hatsumei saremashita. | Telepon ditemukan oleh Bell pada tahun 1876. |
| Karya Sastra | シェイクスピア | 『ロミオとジュリエット』はシェイクスピアによって書かれました。 | Romio to Jurietto wa Sheikusupia ni yotte kakaremashita. | 'Romeo and Juliet' ditulis oleh Shakespeare. |
| Arsitektur Gedung | 有名な建築家 | この美術館は有名な建築家によって設計されました。 | Kono bijutsukan wa yuumei na kenchikuka ni yotte sekkei saremashita. | Museum seni ini dirancang oleh arsitek terkenal. |
| Penemuan Baru | 日本の研究チーム | 新しい星が日本の研究チームによって発見されました。 | Atarashii hoshi ga Nihon no kenkyuu chiimu ni yotte hakken saremashita. | Bintang baru telah ditemukan oleh tim peneliti Jepang. |
Tokoh + によって [Pasif]: Dibuat oleh tokoh penemu/pencipta.Metode + によって [Aksi]: Dilakukan dengan cara / melalui sarana (Internet ni yotte).Kondisi + によって [Berbeda]: Berbeda-beda tergantung pada (Hito ni yotte chigau).弟によってケーキを食べられました。 (Salah besar dan janggal!)弟にケーキを食べられました。 (Benar → gangguan sehari-hari cukup partikel に).Bahkan~ (pun) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB (+ 助詞) + 〜すら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Partikel ini menandai objek langsung yang dikenai suatu tindakan oleh kata kerja transitif. Digunakan saat penutur melakukan, membuat, atau mengonsumsi sesuatu secara aktif. Pola ini membentuk struktur dasar kalimat transitif dalam bahasa Jepang.
~hal seperti (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) / KB + 〜なんて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tata bahasa ini digunakan untuk membatasi kuantitas, objek, atau tindakan, dengan makna 'hanya' atau 'saja'. Pola ini menegaskan bahwa tidak ada hal lain di luar item atau tindakan yang disebutkan. Nuansa kalimat bersifat netral sehingga cocok dipakai dalam konteks percakapan santai maupun formal.
Partikel の menghubungkan dua kata benda di mana kata benda pertama memberikan keterangan, batasan, kepemilikan, atau asal-usul bagi kata benda kedua. Pola ini setara dengan akhiran kepemilikan '-nya' atau kata 'dari/milik' dalam bahasa Indonesia. Nuansanya netral dan menjadi dasar utama dalam menghubungkan hubungan antarkata benda.
Partikel に dalam konstruksi kalimat pasif berfungsi menandai subjek atau pihak pelaku yang melakukan aksi terhadap penerima tindakan. Kehadirannya sangat penting untuk memperjelas siapa sumber tindakan yang berdampak pada subjek utama. Pola ini dipakai luas untuk menyusun kalimat pasif yang presisi baik dalam situasi informal maupun resmi.
Partikel も berfungsi sebagai penanda kesamaan yang menggantikan partikel topik atau subjek ketika predikat yang dikenakan sama dengan hal yang telah disebutkan sebelumnya. Pola ini setara dengan kata 'juga' atau 'pun' dalam bahasa Indonesia. Nuansa yang disampaikan adalah penekanan bahwa dua hal atau lebih memiliki kondisi atau sifat yang sejajar.
Bahkan~ (sekalipun hanya) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜だに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
~dan sebagainya (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜なんか. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan jumlah objek yang menjadi target tindakan kata kerja transitif. Dalam tata bahasa Jepang, kata bilangan atau pembilang kuantitas diletakkan langsung setelah partikel を tanpa memerlukan partikel tambahan. Pola ini esensial untuk transaksi jual-beli dan menyatakan kuantitas kegiatan.
Partikel は dalam fungsi ini digunakan untuk memperbandingkan dua hal atau menyoroti kontras antara satu objek/kondisi dengan objek/kondisi lain. Pola ini muncul ketika pembicara ingin menegaskan perbedaan perlakuan, sifat, atau situasi di antara kriteria yang disebutkan. Nuansa yang dibawanya adalah penekanan pembatasan bahwa pernyataan tersebut berlaku khusus untuk topik terkait dan berbeda dari yang lain.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tindakan memberikan suatu benda dari pembicara kepada orang lain, atau dari seseorang kepada orang ketiga. Pemilihan kata kerja ditentukan secara ketat oleh hubungan sosial, umur, serta tingkat kesopanan antara pemberi dan penerima. Nuansanya berkisar dari sangat santai hingga sangat menghormati penerima barang.
Partikel ini menandai alat, sarana, bahan, atau bahasa yang digunakan untuk melaksanakan suatu tindakan. Pola ini menegaskan metode instrumen yang dipakai subjek dalam menyelesaikan aktivitasnya. Penggunaannya sangat mendasar dan sering muncul dalam komunikasi harian.
Partikel penegas untuk menekankan kata sebelumnya secara kuat. Menunjukkan hal tersebut paling tepat dibanding yang lain. Membawa nuansa tekad kuat, penegasan, keyakinan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 名詞 + こそ・助詞 + こそ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Menunjukkan perantara atau media untuk melakukan sesuatu, atau menunjukkan seluruh rentang waktu tertentu. Pola ini digunakan dalam situasi formal atau tulisan untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi lewat perantara atau sepanjang periode waktu.
Pola ini digunakan untuk menyematkan klausa pertanyaan (yang memiliki kata tanya) ke dalam sebuah kalimat utama yang lebih besar. Fungsi utamanya adalah mengekspresikan informasi yang belum diketahui, dipertanyakan, atau perlu dipastikan sebelum predikat utama (seperti 'tahu', 'memeriksa', 'lupa') dijelaskan.
Pola ini digunakan untuk memberikan contoh ekstrem guna menunjukkan bahwa hal-hal lain yang lebih biasa tentu saja demikian. Dalam bahasa Indonesia, pola ini berarti "bahkan" atau "pun". Nuansanya menekankan sesuatu yang di luar dugaan atau mengejutkan.
Partikel ini menandai lokasi atau tempat berlangsungnya suatu aksi atau kegiatan. Pola ini muncul ketika seseorang melakukan aktivitas dinamis di suatu area tertentu. Kehadirannya memberikan konteks spasial tempat tindakan tersebut dilakukan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan letak atau posisi spesifik suatu benda atau orang relatif terhadap benda lain. Partikel の menghubungkan kata benda acuan dengan kata posisi seperti 上 (atas), 下 (bawah), 中 (dalam), atau 隣 (sebelah). Pola ini sangat dasar dan sering muncul dalam situasi sehari-hari untuk menjelaskan keberadaan benda.
Pola ini digunakan untuk menunjukkan arah sasaran tindakan, sikap, atau perasaan terhadap sesuatu atau seseorang. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk membandingkan dua hal yang bertolak belakang. Nuansanya cenderung formal dan sering digunakan dalam tulisan atau pidato resmi.
Pola ini berfungsi mengubah kata kerja atau klausa tindakan menjadi kata benda (nominalisasi) sehingga bisa menempati posisi subjek, objek, atau predikat dalam kalimat. Pola ini sering digunakan untuk mengekspresikan hobi, kemampuan, kesukaan, atau pengamatan langsung. Nuansanya alami, konkret, dan sangat fleksibel dalam percakapan lisan maupun tulisan.
Menyatakan keadaan yang berlangsung sebagai hasil dari suatu perubahan atau tindakan yang telah terjadi secara alami pada benda mati atau subjek intransitif. Pola ini berfokus pada kondisi fisik benda saat ini, tanpa memperhatikan siapa pelakunya. Nuansanya bersifat objektif dan deskriptif mendokumentasikan fakta yang terlihat.
Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu keadaan yang bertahan sebagai hasil dari tindakan yang sengaja dilakukan oleh seseorang di masa lalu demi tujuan tertentu. Dalam kalimat, pola ini berfokus pada kondisi objek saat ini, bukan pada pelaku tindakan. Nuansanya menunjukkan adanya persiapan atau penataan yang disengaja dan dampaknya masih terlihat jelas hingga sekarang.