Menyiapkan NihongoRoute...
N5 Dake
Tata BahasaTata bahasa ini digunakan untuk membatasi kuantitas, objek, atau tindakan, dengan makna 'hanya' atau 'saja'. Pola ini menegaskan bahwa tidak ada hal lain di luar item atau tindakan yang disebutkan. Nuansa kalimat bersifat netral sehingga cocok dipakai dalam konteks percakapan santai maupun formal.
Partikel ~だけ (dake) adalah partikel pembatas yang digunakan untuk menyatakan bahwa hanya orang, benda, jumlah, atau kondisi tersebut yang ada / dilakukan, TANPA ADA TAMBAHAN HAL LAIN SAMA SEKALI ("Hanya 1 orang", "Cuma minum air", "Hanya hari Minggu yang libur"). Pola ini menegaskan batas eksklusifitas secara positif.
[Kata Benda / Angka Jumlah] + だけ + [Predikat POSITIF]
水だけ飲みました (Hanya minum air putih)1人だけ来ました (Hanya 1 orang yang datang)日曜日だけ休みです (Hanya hari Minggu yang libur)だけ LANGSUNG MENGGANTIKAN partikel が dan を (水だけを飲む → cukup 水だけ飲む).に, で, から, まで, partikel だけ diletakkan SETELAHNYA ATAU SEBELUMNYA (東京だけに = hanya di Tokyo, 日曜日だけに = hanya pada hari Minggu).Pola 〜だけ selalu berpasangan dengan predikat berbentuk POSITIF.
| Kategori Batasan | Pola Sambung | Contoh Kalimat Lengkap | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Batasan Jumlah | Angka + だけ | 昨日は忙しくて、3時間だけ寝ました。 | Kinou wa isogashikute, sanjikan dake nemashita. | Kemarin karena sangat sibuk, saya hanya tidur 3 jam. |
| Batasan Orang | Orang + だけ | クラスでサトウさんだけが試験に合格しました。 | Kurasu de Satou-san dake ga shiken ni goukaku shimashita. | Di kelas, hanya Sato yang lulus ujian. |
| Batasan Benda | Benda + だけ | 朝は時間がないので、コーヒーだけ飲みます。 | Asa wa jikan ga nai node, koohii dake nomimasu. | Karena pagi tidak ada waktu, saya cuma minum kopi. |
| Batasan Hari | Hari + だけ | 私の会社は日曜日だけ休みです。 | Watashi no kaisha wa nichiyoubi dake yasumi desu. | Perusahaan saya hanya libur pada hari Minggu saja. |
〜だけ [Predikat POSITIF] (Batasan Netral / Cukup):1000円だけあります。 (Ada uang 1000 yen kok → penegasan batasan netral.)〜しか [Predikat NEGATIF] (Batasan Kurang / Rasa Kecewa):1000円しかありません。 (Cuma punya 1000 yen doang → nada mengeluh/merasa sedikit.)だけ dengan Predikat Negatif Secara Rancu:〜しか〜ない (⭕ 1000-en shika arimasen), bukan dake.水をだけ飲みました。 (Salah) → ⭕ 水だけ飲みました。 (Benar → dake menggantikan を).Bahkan~ (pun) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB (+ 助詞) + 〜すら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Partikel ini menandai objek langsung yang dikenai suatu tindakan oleh kata kerja transitif. Digunakan saat penutur melakukan, membuat, atau mengonsumsi sesuatu secara aktif. Pola ini membentuk struktur dasar kalimat transitif dalam bahasa Jepang.
~hal seperti (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) / KB + 〜なんて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pencipta, penemu, atau pembuat dari suatu karya, objek, atau penemuan dalam konstruksi kalimat pasif. Pola ini umum dipakai dalam konteks sejarah, artikel berita, dan penulisan formal untuk memberikan kredit objektif kepada pembuatnya. Nuansanya terkesan resmi, baku, dan berfokus pada fakta penemuan atau penciptaan tersebut.
Partikel の menghubungkan dua kata benda di mana kata benda pertama memberikan keterangan, batasan, kepemilikan, atau asal-usul bagi kata benda kedua. Pola ini setara dengan akhiran kepemilikan '-nya' atau kata 'dari/milik' dalam bahasa Indonesia. Nuansanya netral dan menjadi dasar utama dalam menghubungkan hubungan antarkata benda.
Partikel に dalam konstruksi kalimat pasif berfungsi menandai subjek atau pihak pelaku yang melakukan aksi terhadap penerima tindakan. Kehadirannya sangat penting untuk memperjelas siapa sumber tindakan yang berdampak pada subjek utama. Pola ini dipakai luas untuk menyusun kalimat pasif yang presisi baik dalam situasi informal maupun resmi.
Partikel も berfungsi sebagai penanda kesamaan yang menggantikan partikel topik atau subjek ketika predikat yang dikenakan sama dengan hal yang telah disebutkan sebelumnya. Pola ini setara dengan kata 'juga' atau 'pun' dalam bahasa Indonesia. Nuansa yang disampaikan adalah penekanan bahwa dua hal atau lebih memiliki kondisi atau sifat yang sejajar.
Bahkan~ (sekalipun hanya) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜だに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
~dan sebagainya (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜なんか. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan jumlah objek yang menjadi target tindakan kata kerja transitif. Dalam tata bahasa Jepang, kata bilangan atau pembilang kuantitas diletakkan langsung setelah partikel を tanpa memerlukan partikel tambahan. Pola ini esensial untuk transaksi jual-beli dan menyatakan kuantitas kegiatan.
Partikel は dalam fungsi ini digunakan untuk memperbandingkan dua hal atau menyoroti kontras antara satu objek/kondisi dengan objek/kondisi lain. Pola ini muncul ketika pembicara ingin menegaskan perbedaan perlakuan, sifat, atau situasi di antara kriteria yang disebutkan. Nuansa yang dibawanya adalah penekanan pembatasan bahwa pernyataan tersebut berlaku khusus untuk topik terkait dan berbeda dari yang lain.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tindakan memberikan suatu benda dari pembicara kepada orang lain, atau dari seseorang kepada orang ketiga. Pemilihan kata kerja ditentukan secara ketat oleh hubungan sosial, umur, serta tingkat kesopanan antara pemberi dan penerima. Nuansanya berkisar dari sangat santai hingga sangat menghormati penerima barang.
Partikel ini menandai alat, sarana, bahan, atau bahasa yang digunakan untuk melaksanakan suatu tindakan. Pola ini menegaskan metode instrumen yang dipakai subjek dalam menyelesaikan aktivitasnya. Penggunaannya sangat mendasar dan sering muncul dalam komunikasi harian.
Partikel penegas untuk menekankan kata sebelumnya secara kuat. Menunjukkan hal tersebut paling tepat dibanding yang lain. Membawa nuansa tekad kuat, penegasan, keyakinan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 名詞 + こそ・助詞 + こそ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Menunjukkan perantara atau media untuk melakukan sesuatu, atau menunjukkan seluruh rentang waktu tertentu. Pola ini digunakan dalam situasi formal atau tulisan untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi lewat perantara atau sepanjang periode waktu.
Pola ini digunakan untuk menyematkan klausa pertanyaan (yang memiliki kata tanya) ke dalam sebuah kalimat utama yang lebih besar. Fungsi utamanya adalah mengekspresikan informasi yang belum diketahui, dipertanyakan, atau perlu dipastikan sebelum predikat utama (seperti 'tahu', 'memeriksa', 'lupa') dijelaskan.
Pola ini digunakan untuk memberikan contoh ekstrem guna menunjukkan bahwa hal-hal lain yang lebih biasa tentu saja demikian. Dalam bahasa Indonesia, pola ini berarti "bahkan" atau "pun". Nuansanya menekankan sesuatu yang di luar dugaan atau mengejutkan.
Partikel ini menandai lokasi atau tempat berlangsungnya suatu aksi atau kegiatan. Pola ini muncul ketika seseorang melakukan aktivitas dinamis di suatu area tertentu. Kehadirannya memberikan konteks spasial tempat tindakan tersebut dilakukan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan letak atau posisi spesifik suatu benda atau orang relatif terhadap benda lain. Partikel の menghubungkan kata benda acuan dengan kata posisi seperti 上 (atas), 下 (bawah), 中 (dalam), atau 隣 (sebelah). Pola ini sangat dasar dan sering muncul dalam situasi sehari-hari untuk menjelaskan keberadaan benda.
Pola ini digunakan untuk menunjukkan arah sasaran tindakan, sikap, atau perasaan terhadap sesuatu atau seseorang. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk membandingkan dua hal yang bertolak belakang. Nuansanya cenderung formal dan sering digunakan dalam tulisan atau pidato resmi.
Pola ini berfungsi mengubah kata kerja atau klausa tindakan menjadi kata benda (nominalisasi) sehingga bisa menempati posisi subjek, objek, atau predikat dalam kalimat. Pola ini sering digunakan untuk mengekspresikan hobi, kemampuan, kesukaan, atau pengamatan langsung. Nuansanya alami, konkret, dan sangat fleksibel dalam percakapan lisan maupun tulisan.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menentukan satu hal yang paling menonjol atau memiliki tingkat tertinggi di antara seluruh anggota dalam suatu lingkup kelompok. Pola ini membandingkan tiga objek atau lebih untuk menyatakan ungkapan superlatif. Nuansa yang disampaikan bersifat informatif, netral, dan umum digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun situasi resmi.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk membandingkan dua buah objek, tempat, atau keadaan secara langsung. Pola ini menyatakan bahwa objek pertama memiliki tingkat atau sifat yang lebih menonjol dibandingkan objek kedua. Nuansa penyampaian bersifat objektif dan dapat digunakan dalam situasi informal maupun formal.