Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Yaru Ageru Sashiageru
Tata BahasaPola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tindakan memberikan suatu benda dari pembicara kepada orang lain, atau dari seseorang kepada orang ketiga. Pemilihan kata kerja ditentukan secara ketat oleh hubungan sosial, umur, serta tingkat kesopanan antara pemberi dan penerima. Nuansanya berkisar dari sangat santai hingga sangat menghormati penerima barang.
Kata kerja serah-terima やる (yaru) / あげる (ageru) / さしあげる (sashiageru) digunakan saat pembicara (atau pihak in-group) MEMBERIKAN BARANG, HADIAH, ATAU MAKANAN KEPADA PIHAK PENERIMA DENGAN MEMPERHATIKAN HIERARKI STATUS SOSIAL DAN SOPAN SANTUN JEPANG SECARA KETAT ("Memberi makan kucing", "Memberi kado ke teman", "Menyerahkan cinderamata ke klien bisnis").
さしあげる (Sashiageru) → Tingkat Sangat Hormat (Kenjougo):Diberikan kepada ORANG DENGAN STATUS SOSIAL LEBIH TINGGI / ATASAN / GURU / KLIEN BISNIS.
[Pemberi] は [Atasan / Guru / Tamu] + に + [Benda] + を + さしあげます
先生にお土産をさしあげました。 (Saya menyerahkan oleh-oleh kepada Ibu Guru.)あげる (Ageru) → Tingkat Netral Setara:Diberikan kepada TEMAN SEBAYA, REKAN SEUMURAN, KELUARGA SENDIRI.
[Pemberi] は [Teman / Adik] + に + [Benda] + を + あげます
友達に誕生日のプレゼントをあげました。 (Saya memberi kado ulang tahun ke teman.)やる (Yaru) → Tingkat Rendah / Kasual:Diberikan HANYA kepada HEWAN PELIHARAAN, TANAMAN BUNGA, ATAU ANAK KECIL / ADIK KANDUNG.
[Pemberi] は [Kucing / Tanaman] + に + [Pakan / Air] + を + やります
猫に餌をやりました。 (Saya memberi makan kucing.)花に水をやりました。 (Saya menyiramkan air ke bunga.)| Tingkat Hierarki | Kata Kerja | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Hormat ke Atasan | さしあげる | お世話になった社長に感謝の品をさしあげました。 | Kansha no shina o sashiagemashita. | Saya menyerahkan bingkisan tanda terima kasih kepada Direktur. |
| Setara ke Teman | あげる | 妹の結婚祝いに手作りのケーキをあげました。 | Kekkon iwai ni tezukuri no keeki o agemashita. | Saya memberi kue buatan sendiri sebagai kado nikah adik. |
| Ke Hewan Piaraan | やる (yaru) | 毎朝、庭の犬にドッグフードをやっています。 | Inu ni doggufuudo o yatte imasu. | Setiap pagi saya memberi pakan anjing di halaman. |
| Ke Tanaman Bunga | やる (yaru) | 枯れないように、毎日観葉植物に水をやります。 | Kanyoushokubutsu ni mizu o yarimasu. | Supaya tidak layu, saya menyiram air ke tanaman hias tiap hari. |
私が友達にあげる: Arah pemberian bergerak KELUAR (dari diri saya → ke orang lain).友達が私にくれる: Arah pemberian bergerak MASUK (dari orang lain → ke diri saya).先生にプレゼントをやりました。 (Sangat menghina guru seperti memberi makan hewan!)先生にプレゼントをあげました。 (Kurang sopan)先生にプレゼントをさしあげました。 (Benar → wajib sashiageru).Bahkan~ (pun) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB (+ 助詞) + 〜すら. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Partikel ini menandai objek langsung yang dikenai suatu tindakan oleh kata kerja transitif. Digunakan saat penutur melakukan, membuat, atau mengonsumsi sesuatu secara aktif. Pola ini membentuk struktur dasar kalimat transitif dalam bahasa Jepang.
~hal seperti (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) / KB + 〜なんて. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tata bahasa ini digunakan untuk membatasi kuantitas, objek, atau tindakan, dengan makna 'hanya' atau 'saja'. Pola ini menegaskan bahwa tidak ada hal lain di luar item atau tindakan yang disebutkan. Nuansa kalimat bersifat netral sehingga cocok dipakai dalam konteks percakapan santai maupun formal.
Pola ini digunakan untuk menyatakan pencipta, penemu, atau pembuat dari suatu karya, objek, atau penemuan dalam konstruksi kalimat pasif. Pola ini umum dipakai dalam konteks sejarah, artikel berita, dan penulisan formal untuk memberikan kredit objektif kepada pembuatnya. Nuansanya terkesan resmi, baku, dan berfokus pada fakta penemuan atau penciptaan tersebut.
Partikel の menghubungkan dua kata benda di mana kata benda pertama memberikan keterangan, batasan, kepemilikan, atau asal-usul bagi kata benda kedua. Pola ini setara dengan akhiran kepemilikan '-nya' atau kata 'dari/milik' dalam bahasa Indonesia. Nuansanya netral dan menjadi dasar utama dalam menghubungkan hubungan antarkata benda.
Partikel に dalam konstruksi kalimat pasif berfungsi menandai subjek atau pihak pelaku yang melakukan aksi terhadap penerima tindakan. Kehadirannya sangat penting untuk memperjelas siapa sumber tindakan yang berdampak pada subjek utama. Pola ini dipakai luas untuk menyusun kalimat pasif yang presisi baik dalam situasi informal maupun resmi.
Partikel も berfungsi sebagai penanda kesamaan yang menggantikan partikel topik atau subjek ketika predikat yang dikenakan sama dengan hal yang telah disebutkan sebelumnya. Pola ini setara dengan kata 'juga' atau 'pun' dalam bahasa Indonesia. Nuansa yang disampaikan adalah penekanan bahwa dua hal atau lebih memiliki kondisi atau sifat yang sejajar.
Bahkan~ (sekalipun hanya) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜だに. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
~dan sebagainya (meremehkan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB + 〜なんか. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola ini digunakan untuk menyatakan jumlah objek yang menjadi target tindakan kata kerja transitif. Dalam tata bahasa Jepang, kata bilangan atau pembilang kuantitas diletakkan langsung setelah partikel を tanpa memerlukan partikel tambahan. Pola ini esensial untuk transaksi jual-beli dan menyatakan kuantitas kegiatan.
Partikel は dalam fungsi ini digunakan untuk memperbandingkan dua hal atau menyoroti kontras antara satu objek/kondisi dengan objek/kondisi lain. Pola ini muncul ketika pembicara ingin menegaskan perbedaan perlakuan, sifat, atau situasi di antara kriteria yang disebutkan. Nuansa yang dibawanya adalah penekanan pembatasan bahwa pernyataan tersebut berlaku khusus untuk topik terkait dan berbeda dari yang lain.
Partikel ini menandai alat, sarana, bahan, atau bahasa yang digunakan untuk melaksanakan suatu tindakan. Pola ini menegaskan metode instrumen yang dipakai subjek dalam menyelesaikan aktivitasnya. Penggunaannya sangat mendasar dan sering muncul dalam komunikasi harian.
Partikel penegas untuk menekankan kata sebelumnya secara kuat. Menunjukkan hal tersebut paling tepat dibanding yang lain. Membawa nuansa tekad kuat, penegasan, keyakinan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 名詞 + こそ・助詞 + こそ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Menunjukkan perantara atau media untuk melakukan sesuatu, atau menunjukkan seluruh rentang waktu tertentu. Pola ini digunakan dalam situasi formal atau tulisan untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi lewat perantara atau sepanjang periode waktu.
Pola ini digunakan untuk menyematkan klausa pertanyaan (yang memiliki kata tanya) ke dalam sebuah kalimat utama yang lebih besar. Fungsi utamanya adalah mengekspresikan informasi yang belum diketahui, dipertanyakan, atau perlu dipastikan sebelum predikat utama (seperti 'tahu', 'memeriksa', 'lupa') dijelaskan.
Pola ini digunakan untuk memberikan contoh ekstrem guna menunjukkan bahwa hal-hal lain yang lebih biasa tentu saja demikian. Dalam bahasa Indonesia, pola ini berarti "bahkan" atau "pun". Nuansanya menekankan sesuatu yang di luar dugaan atau mengejutkan.
Partikel ini menandai lokasi atau tempat berlangsungnya suatu aksi atau kegiatan. Pola ini muncul ketika seseorang melakukan aktivitas dinamis di suatu area tertentu. Kehadirannya memberikan konteks spasial tempat tindakan tersebut dilakukan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan letak atau posisi spesifik suatu benda atau orang relatif terhadap benda lain. Partikel の menghubungkan kata benda acuan dengan kata posisi seperti 上 (atas), 下 (bawah), 中 (dalam), atau 隣 (sebelah). Pola ini sangat dasar dan sering muncul dalam situasi sehari-hari untuk menjelaskan keberadaan benda.
Pola ini digunakan untuk menunjukkan arah sasaran tindakan, sikap, atau perasaan terhadap sesuatu atau seseorang. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk membandingkan dua hal yang bertolak belakang. Nuansanya cenderung formal dan sering digunakan dalam tulisan atau pidato resmi.
Pola ini berfungsi mengubah kata kerja atau klausa tindakan menjadi kata benda (nominalisasi) sehingga bisa menempati posisi subjek, objek, atau predikat dalam kalimat. Pola ini sering digunakan untuk mengekspresikan hobi, kemampuan, kesukaan, atau pengamatan langsung. Nuansanya alami, konkret, dan sangat fleksibel dalam percakapan lisan maupun tulisan.