Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Te Wa Nara Nai
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan larangan keras yang bersifat objektif, resmi, atau hukum. Biasanya ditemukan dalam peraturan tertulis, instruksi formal, atau pidato resmi, dan tidak digunakan untuk melarang seseorang secara langsung dalam percakapan santai sehari-hari. Nuansa yang dibawa sangat tegas dan tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.
Pola larangan yuridis dan moral mutlak ~てはならない (te wa naranai / ragam sopan: てはなりません) digunakan dalam naskah undang-undang, sumpah profesi, kode etik kedokteran, rambu resmi, atau piagam hak asasi saat pembicara MENYATAKAN LARANGAN KERAS YANG BERSIFAT MUTLAK, TIDAK BOLEH DILANGGAR DALAM SITUASI APAPUN KARENA BERTENTANGAN DENGAN HUKUM, MORALITAS, ATAU KESELAMATAN NYAWA ("Dilarang keras menyetir saat mabuk", "Dokter pantang membocorkan rahasia pasien", "Dilarang keras melakukan diskriminasi").
[Kata Kerja Bentuk-Te] + はならない / はなりません
飲酒運転をしてはならない (dilarang keras mengemudi dalam pengaruh alkohol).差別してはならない (pantang mutlak melakukan diskriminasi).秘密を漏らしてはなりません (dilarang keras membocorkan rahasia).Bentuk larangan paling tinggi tingkat kekuatannya (lebih keras dari 〜てはいけない).
| Kategori Larangan Mutlak | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Hukum Keselamatan Jiwa | 運転しては + ならない | 悲惨な事故を防ぐため、いかなる理由があっても飲酒運転をしてはならない。 | Unten shite wa... | Demi cegah laka maut, alasan apa pun dilarang keras menyetir saat mabuk. |
| Kode Etik Medis | 漏らしては + なりません | 医師や看護師は、職務上知り得た患者のプライバシーを他人に漏らしてはならない。 | Morashite wa... | Dokter & perawat pantang mutlak membocorkan privasi pasien kepada orang lain. |
| Integritas Ujian | 不正行為をしては + ならない | 公正な試験環境を維持するため、カンニング等の不正行為を決してしてはならない。 | Fusei-koui o shite... | Demi keadilan ujian, dilarang keras melakukan kecurangan seperti mencontek. |
| Keadilan Sosial | 差別しては + ならない | 人種、宗教、性別を理由として、いかなる人間も不当に差別されてはならない。 | Sabetsu sarete wa... | Atas dasar ras, agama, gender, siapa pun dilarang keras didiskriminasi. |
〜てはならない: Larangan paling mutlak, formal, berstandar undang-undang negara, kode etik & sumpah profesi.〜てはいけない: Larangan aturan fasilitas umum / percakapan sehari-hari (Koko de tabete wa ikenai).部屋でゲームをしてはならないよ。 (Terlalu kaku seperti pasal undang-undang! Gunakan 〜てはいけないよ).[Contoh salah penggunaan / partikel] → ⭕ [Bentuk baku yang benar] (Selalu perhatikan konteks dan konjugasi).Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan melakukan suatu tindakan karena adanya aturan, norma sosial, atau instruksi dari pihak berwenang. Sering dijumpai pada papan peringatan, instruksi guru kepada murid, atau orang tua kepada anak. Nuansanya tegas, langsung, dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
Tak perlu dikatakan / lebih baik tidak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Nai-stem) + ずもがな. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Dilarang / jangan Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからず. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola nyatakan larangan keras berdasarkan norma sosial atau moral umum. Beri nasihat atau teguran bahwa suatu tindakan tidak pantas dilakukan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Kamus + ものではない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tidak boleh / dilarang Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからざる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tidak pantas / tidak layak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + まじき. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola kalimat ini berfungsi untuk menyatakan larangan mutlak atau perintah keras agar tidak melakukan suatu tindakan. Biasanya muncul dalam tanda peringatan tertulis, situasi darurat, atau instruksi tegas dari atasan maupun pelatih. Pola ini memiliki nuansa sangat kasar, otoritatif, dan tidak sopan jika digunakan dalam percakapan umum kepada orang lain.
Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan melakukan suatu tindakan karena adanya aturan, norma sosial, atau instruksi dari pihak berwenang. Sering dijumpai pada papan peringatan, instruksi guru kepada murid, atau orang tua kepada anak. Nuansanya tegas, langsung, dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang tidak bisa melakukan sesuatu karena alasan moral, sosial, atau tanggung jawab, meskipun sebenarnya secara fisik hal tersebut mungkin dilakukan. Pola ini membawa nuansa keharusan psikologis atau tekanan sosial yang kuat. Biasanya digunakan untuk menunjukkan rasa tanggung jawab atau kepatuhan terhadap norma.