Menyiapkan NihongoRoute...
N1 Majiki
Tata BahasaTidak pantas / tidak layak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + まじき. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola kecaman moralitas berat, etika profesi terlarang, dan perbuatan tabu yang mencoreng kehormatan ~まじき / ~あるまじき(まじき) (majiki / aru majiki) digunakan dalam sidang etik kejaksaan, vonis malpraktik kedokteran, atau skandal guru saat pembicara MENGECAM SECARA KERAS BAHWA SUATU KELALAIAN, KORUPSI, ATAU PELECEHAN PADA KLAUSA [B] ADALAH PERBUATAN BIADAB YANG SAMA SEKALI HARAM DILAKUKAN, SANGAT TIDAK PANTAS, DAN MENTHRAMI MARTABAT SEORANG DOKTER, GURU, HAKIM, ATAU POLISI PADA KLAUSA [A] ("Memalsukan data medis perbuatan yang haram dilakukan oleh seorang dokter!", "Menipu murid tindakan tercela tak pantas bagi seorang guru!", "Menerima suap aib terlarang bagi penegak hukum" ).
[Kata Benda Profesi: 医者 / 教師 / 警察官 / 政治家] + に (ある) まじき + [KB Perilaku Tercela: 行為 / 暴言 / 態度 / スキャンダル]
医者にあるまじき不正行為 (perbuatan culas korupsi yang haram dilakukan oleh seorang dokter).教育者にあるまじき暴言 (makian kasar yang sangat tidak pantas terlontar dari mulut seorang pendidik).警察官にあるまじき犯罪 (tindakan kriminal yang mencoreng kehormatan dan haram dilakukan polisi).HANYA menempel pada profesi/status bermartabat yang mengemban amanah moral tinggi di masyarakat.
| Kategori Tabu Profesi & Moralitas Berat | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Malpraktik Pemalsuan Data Medis | 医者にある + まじき背信行為 | 製薬会社から賄賂を受け取り新薬の副作用データを隠蔽したのは、人の命を預かる医者にあるまじき背信行為だ。 | Aru majiki... | Terima suap pabrik obat lalu tutupi efek samping, kejahatan yang haram dilakukan seorang dokter! |
| Pelecehan Seksual Oknum Guru | 教師にある + まじき破廉恥な犯行 | 信頼して慕う教え子に対して密室でわいせつな行為に及ぶなど、聖職たる教師にあるまじき破廉恥な凶行だ。 | Kyoushi ni aru majiki... | Lecehkan murid di kelas privat, aksi bejat tak bermoral yang haram dilakukan seorang pendidik! |
| Korupsi Penegak Hukum Hakim | 裁判官にある + まじき収賄スキャンダル | 法の番人であるべき裁判官が暴力団幹部から金品を受け取り判決を歪めるなど、絶対にあるまじき大罪だ。 | Aru majiki daizai... | Terima amplop mafia lalu atur vonis perkara, dosa besar yang haram dilakukan penegak hukum! |
| Bocor Rahasia Negara oleh Diplomat | 外交官にある + まじき国家への裏切り | 極秘の外交電文を敵対国のスパイに売り渡した行為は、祖国の国益を背負う外交官にあるまじき裏切りだ。 | Aru majiki uragiri... | Jual kawat rahasia negara ke intel asing, pengkhianatan yang haram dilakukan seorang diplomat! |
〜にあるまじき + Kata Benda: Berfungsi sebagai ADJEKTIVA PEMODIFIKASI NOMINA PELANGGARAN (Aru majiki koui). 〜にあるまじきことだ: Berfungsi sebagai PREDIKAT VONIS PENUTUP KALIMAT (Aru majiki koto da).犬にあるまじき行動 (Janggal!) → ⭕ 人間にあるまじき / 医者にあるまじき (Khusus status bermartabat/moral).Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan melakukan suatu tindakan karena adanya aturan, norma sosial, atau instruksi dari pihak berwenang. Sering dijumpai pada papan peringatan, instruksi guru kepada murid, atau orang tua kepada anak. Nuansanya tegas, langsung, dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
Tak perlu dikatakan / lebih baik tidak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Nai-stem) + ずもがな. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Dilarang / jangan Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからず. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola nyatakan larangan keras berdasarkan norma sosial atau moral umum. Beri nasihat atau teguran bahwa suatu tindakan tidak pantas dilakukan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Kamus + ものではない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Tidak boleh / dilarang Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからざる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola kalimat ini berfungsi untuk menyatakan larangan mutlak atau perintah keras agar tidak melakukan suatu tindakan. Biasanya muncul dalam tanda peringatan tertulis, situasi darurat, atau instruksi tegas dari atasan maupun pelatih. Pola ini memiliki nuansa sangat kasar, otoritatif, dan tidak sopan jika digunakan dalam percakapan umum kepada orang lain.
Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan keras yang bersifat objektif, resmi, atau hukum. Biasanya ditemukan dalam peraturan tertulis, instruksi formal, atau pidato resmi, dan tidak digunakan untuk melarang seseorang secara langsung dalam percakapan santai sehari-hari. Nuansa yang dibawa sangat tegas dan tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.