Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Mono De Wa Nai
Tata BahasaPola nyatakan larangan keras berdasarkan norma sosial atau moral umum. Beri nasihat atau teguran bahwa suatu tindakan tidak pantas dilakukan. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Kamus + ものではない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola nasihat moral dan teguran etika ~ものではない (mono de wa nai / ragam kasual: もんじゃない) digunakan saat pembicara MEMBERIKAN WEJANGAN MORAL, NORMA KESOPANAN, ATAU PETUAH SOSIAL BAHWA SUATU TINDAKAN SANGAT TIDAK PANTAS, TIDAK PATUT, ATAU PANTANG DILAKUKAN SECARA ADAB AKAL SEHAT ("Pantang menertawakan orang yang sedang susah", "Tidak patut menggunjingkan orang di belakang", "Jangan suka mengumbar rahasia teman").
[Kata Kerja Bentuk Kamus] + ものではない / もんじゃない / ものではありません
人の悪口を言うものではない。 (Pantang menjelek-jelekkan orang lain.)失敗した人を笑うものではありません。 (Tidak pantas menertawakan orang yang gagal.)簡単に約束を破るもんじゃないよ。 (Pantang sekali gampang mengingkari janji.)Pola ini mengandung norma kebijaksanaan umum (common sense moral), bukan sekadar aturan personal sepihak.
| Kategori Wejangan | Formula Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Adab Sosial Simpati | 笑う + ものではない | 困っている人や失敗した人を見て、影で笑うものではありません。 | Warau mono de wa... | Pantang sekali menertawakan orang yang sedang susah atau gagal di belakangnya. |
| Etika Menjaga Amanah | 話す + ものではない | 親友から打ち明けられた秘密を、他人にペラペラ話すものではないよ。 | Hanasu mono de wa nai. | Rahasia yang dipercayakan sahabat, tidak patut diobral ke orang lain. |
| Kemandirian Hidup | 頼る + もんじゃない | いつまでも親のすねをかじって、他人に頼ってばかりいるもんじゃない。 | Tayoru mon ja nai. | Pantang hidup bergantung melulu pada orang tua dan mengandalkan orang lain. |
| Sopan Santun Bicara | 使う + ものではない | 目上の人に対して、そのような乱暴な言葉遣いは使うものではありません。 | Tsukau mono de wa... | Kepada orang yang lebih tua, tidak patut menggunakan bahasa kasar seperti itu. |
〜ものではない: Nasihat moralitas, adab, kesopanan, dan petuah akal sehat manusiawi (Tidak pantas secara etika).〜てはいけない: Larangan aturan resmi / hukum tertulis / SOP fasilitas (Dilarang secara hukum).言わないものではない (Salah kaprah!)言うものではない (Benar → kata kerja di depan wajib bentuk kamus positif).Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan melakukan suatu tindakan karena adanya aturan, norma sosial, atau instruksi dari pihak berwenang. Sering dijumpai pada papan peringatan, instruksi guru kepada murid, atau orang tua kepada anak. Nuansanya tegas, langsung, dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
Tak perlu dikatakan / lebih baik tidak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Nai-stem) + ずもがな. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Dilarang / jangan Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからず. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tidak boleh / dilarang Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + べからざる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Tidak pantas / tidak layak Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus) + まじき. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Pola kalimat ini berfungsi untuk menyatakan larangan mutlak atau perintah keras agar tidak melakukan suatu tindakan. Biasanya muncul dalam tanda peringatan tertulis, situasi darurat, atau instruksi tegas dari atasan maupun pelatih. Pola ini memiliki nuansa sangat kasar, otoritatif, dan tidak sopan jika digunakan dalam percakapan umum kepada orang lain.
Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan keras yang bersifat objektif, resmi, atau hukum. Biasanya ditemukan dalam peraturan tertulis, instruksi formal, atau pidato resmi, dan tidak digunakan untuk melarang seseorang secara langsung dalam percakapan santai sehari-hari. Nuansa yang dibawa sangat tegas dan tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.
Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan melakukan suatu tindakan karena adanya aturan, norma sosial, atau instruksi dari pihak berwenang. Sering dijumpai pada papan peringatan, instruksi guru kepada murid, atau orang tua kepada anak. Nuansanya tegas, langsung, dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan larangan keras yang bersifat objektif, resmi, atau hukum. Biasanya ditemukan dalam peraturan tertulis, instruksi formal, atau pidato resmi, dan tidak digunakan untuk melarang seseorang secara langsung dalam percakapan santai sehari-hari. Nuansa yang dibawa sangat tegas dan tidak menyisakan ruang untuk negosiasi.