Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Te Itadakemasenka
Tata BahasaUngkapan permohonan sangat santun yang digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu demi kebaikan penutur. Secara harfiah pola ini menanyakan apakah penutur bisa menerima tindakan kebaikan dari lawan bicara. Ungkapan ini membawa nuansa sangat menghormati dan biasa dipakai dalam situasi formal atau kepada atasan dan senior.
Pola permohonan ~ていただけませんか (te itadakemasen ka) adalah rumus meminta tolong paling elegan dan bertata krama tinggi dalam bahasa Jepang standar yang digunakan saat pembicara MEMINTA LAWAN BICARA (atasan kantor, dosen/guru, pelanggan, atau orang asing) UNTUK MELAKUKAN SUATU TINDAKAN PERTOLONGAN ("Sudikah kiranya Anda mengajarkan", "Bolehkah saya minta tolong dijelaskan", "Sudikah Anda memeriksa").
[Kata Kerja (Bentuk-Te)] + いただけませんか / いただけますでしょうか
教える → 教えていただけませんか (Sudikah kiranya Anda mengajari saya?).書く → 書いていただけませんか (Sudikah Anda menuliskan untuk saya?).待つ → 少々お待ちいただけますでしょうか (Sudikah Anda berkenan menunggu sebentar?).Pihak yang melakukan perbuatan fisik adalah LAWAN BICARA (ORANG KEDUA / ATASAN) demi kepentingan pembicara.
| Tingkat Kesopanan | Pola Permohonan | Contoh Kalimat Nyata | Romaji | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Sangat Formal (Bisnis) | 〜ていただけますでしょうか | こちらの書類にご署名いただけますでしょうか。 | Goshome itadakemasu deshou ka. | Sudikah kiranya Anda berkenan menandatangani dokumen ini? |
| Sopan Standar Formal | 〜ていただけませんか | すみません、駅への行き方を教えていただけませんか。 | Oshiete itadakemasen ka. | Permisi, sudikah kiranya Anda memberitahu jalan menuju stasiun? |
| Sopan Menengah | 〜てくださいませんか | もう少しゆっくり話してくださいませんか。 | Hanashite kudasaimasen ka. | Sudikah Anda berbicara sedikit lebih pelan? |
| Kasual Teman Sebaya | 〜てくれない? | この荷物、ちょっと持ってくれない? | Motte kurenai? | Bisa tolong bawakan barang ini sebentar? (santai). |
〜ていただけませんか: Meminta ORANG LAIN YANG MELAKUKAN AKSI (Sudikah ANDA mengajari saya?).〜させていただけませんか: Meminta izin agar DIRI SAYA SENDIRI YANG DIIZINKAN MELAKUKAN AKSI (Sudikah mengizinkan SAYA pulang awal?).休んでいただけませんか (ini menyuruh bos libur!), melainkan wajib ⭕ 休ませていただけませんか (izinkan saya libur).Pola ini digunakan ketika pembicara melakukan suatu aksi atau bantuan demi kepentingan orang lain. Tingkat kesopanan bervariasi dari 'てやる' (untuk hewan/tanaman/bawahan), 'てあげる' (untuk orang setara), hingga 'てさしあげる' (bentuk kenjougo untuk atasan). Pembicara perlu berhati-hati karena ungkapan ini bisa terkesan menggurui atau memamerkan kebaikan jika tidak dipakai secara tepat.
Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara (atau orang di pihak pembicara) menerima suatu tindakan menguntungkan atau bantuan dari orang lain. Struktur ini menekankan sudut pandang penerima kebaikan, di mana pelaku tindakan ditandai dengan partikel に. Bentuk ていただく merupakan variasi halus/rendah diri (kenjougo), sedangkan てもらう digunakan dalam situasi kasual hingga netral.
Pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara atau pihak pembicara menerima benda fisik dari orang lain. 'いただく' merupakan bentuk rendah diri (kenjougo) dari 'もらう' yang dipakai ketika pemberi adalah atasan atau orang yang dihormati. Ungkapan ini mengandung rasa syukur dan terima kasih atas kebaikan pihak pemberi.
Pola ini digunakan untuk meminta izin kepada lawan bicara agar pembicara diperbolehkan melakukan suatu tindakan secara sangat sopan. Ungkapan ini menggabungkan bentuk kausatif dengan bentuk permohonan halus, sehingga secara harfiah berarti 'bisakah Anda membuat/membiarkan saya melakukan hal ini?'. Ungkapan ini sangat umum dipakai dalam situasi formal seperti di tempat kerja atau saat berbicara dengan atasan.
Pola ini digunakan ketika orang lain memberikan suatu benda kepada pembicara atau kelompok/keluarga pembicara. 'くださる' adalah bentuk penghormatan (sonkeigo) dari 'くれる' yang dipakai saat pemberi merupakan orang yang lebih tinggi status sosialnya. Sudut pandang kalimat berfokus pada aksi kebaikan yang dilakukan oleh si pemberi kepada penerima.
Pola kalimat ini dipakai untuk menceritakan tindakan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain secara sukarela demi kepentingan pembicara atau kelompok pembicara. Berbeda dengan pola てもらう, sudut pandang dalam pola ini berfokus pada tindakan aktif sang pemberi kebaikan sebagai subjek kalimat. Bentuk てくださる menyampaikan rasa hormat yang tinggi kepada pelaku (sonkeigo), sedangkan てくれる dipakai untuk situasi akrab dan informal.
Pola ini digunakan untuk memberikan penjelasan, latar belakang, atau alasan subjektif atas suatu kondisi yang sedang dihadapi atau ditanyakan lawan bicara. Ungkapan ini memberikan nuansa penekanan emosional dan keterlibatan pribadi agar lawan bicara memahami situasi penutur. Pola ini sering dipakai saat menjelaskan alasan keterlambatan, memberikan kabar, atau mengawali permohonan bantuan.
Pola kalimat tanya yang digunakan untuk meminta saran, rekomendasi, atau petunjuk tindakan terbaik yang harus dilakukan dalam suatu situasi. Ungkapan ini menunjukkan bahwa penutur sedang bingung dan mengharapkan arahan dari lawan bicara. Pola ini hampir selalu dikombinasikan dengan kata tanya seperti apa, bagaimana, kapan, atau di mana.