Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Kudasaru Kureru
Tata BahasaPola ini digunakan ketika orang lain memberikan suatu benda kepada pembicara atau kelompok/keluarga pembicara. 'くださる' adalah bentuk penghormatan (sonkeigo) dari 'くれる' yang dipakai saat pemberi merupakan orang yang lebih tinggi status sosialnya. Sudut pandang kalimat berfokus pada aksi kebaikan yang dilakukan oleh si pemberi kepada penerima.
Fungsi & Konteks
Pola ini menggeser subjek utama kalimat ke pihak pemberi benda. Penggunaan 'くださる' menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada posisi pemberi, sedangkan 'くれる' dipakai untuk hubungan yang setara atau lebih rendah.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Tingkat Kesopanan | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| くれる | Kasual / Informal | 彼が時計をくれた。 |
| くれます | Sopan Standar | 先輩が時計をくれました。 |
| くださる | Sangat Sopan / Sonkeigo | 先生が時計をくださいました。 |
Konteks Pemakaian Nyata
Digunakan saat menceritakan kebaikan orang lain yang telah memberikan barang atau kenang-kenangan. Bentuk 'くださる' sangat umum dipakai dalam percakapan bisnis formal atau saat berbicara dengan tamu/atasan.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Perbedaannya dengan 'もらう / いただく' terletak pada subjek kalimat: pada 'くれる / くださる' subjeknya adalah pemberi, sedangkan pada 'もらう / いただく' subjeknya adalah penerima.
Kesalahan Umum
Ungkapan permohonan sangat santun yang digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu demi kebaikan penutur. Secara harfiah pola ini menanyakan apakah penutur bisa menerima tindakan kebaikan dari lawan bicara. Ungkapan ini membawa nuansa sangat menghormati dan biasa dipakai dalam situasi formal atau kepada atasan dan senior.
Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara (atau orang di pihak pembicara) menerima suatu tindakan menguntungkan atau bantuan dari orang lain. Struktur ini menekankan sudut pandang penerima kebaikan, di mana pelaku tindakan ditandai dengan partikel に. Bentuk ていただく merupakan variasi halus/rendah diri (kenjougo), sedangkan てもらう digunakan dalam situasi kasual hingga netral.
Pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa pembicara atau pihak pembicara menerima benda fisik dari orang lain. 'いただく' merupakan bentuk rendah diri (kenjougo) dari 'もらう' yang dipakai ketika pemberi adalah atasan atau orang yang dihormati. Ungkapan ini mengandung rasa syukur dan terima kasih atas kebaikan pihak pemberi.
Pola ini digunakan ketika pembicara melakukan suatu aksi atau bantuan demi kepentingan orang lain. Tingkat kesopanan bervariasi dari 'てやる' (untuk hewan/tanaman/bawahan), 'てあげる' (untuk orang setara), hingga 'てさしあげる' (bentuk kenjougo untuk atasan). Pembicara perlu berhati-hati karena ungkapan ini bisa terkesan menggurui atau memamerkan kebaikan jika tidak dipakai secara tepat.
Pola kalimat ini dipakai untuk menceritakan tindakan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain secara sukarela demi kepentingan pembicara atau kelompok pembicara. Berbeda dengan pola てもらう, sudut pandang dalam pola ini berfokus pada tindakan aktif sang pemberi kebaikan sebagai subjek kalimat. Bentuk てくださる menyampaikan rasa hormat yang tinggi kepada pelaku (sonkeigo), sedangkan てくれる dipakai untuk situasi akrab dan informal.
Pola ini digunakan untuk meminta izin kepada lawan bicara agar pembicara diperbolehkan melakukan suatu tindakan secara sangat sopan. Ungkapan ini menggabungkan bentuk kausatif dengan bentuk permohonan halus, sehingga secara harfiah berarti 'bisakah Anda membuat/membiarkan saya melakukan hal ini?'. Ungkapan ini sangat umum dipakai dalam situasi formal seperti di tempat kerja atau saat berbicara dengan atasan.
Pola ini digunakan untuk memberikan penjelasan, latar belakang, atau alasan subjektif atas suatu kondisi yang sedang dihadapi atau ditanyakan lawan bicara. Ungkapan ini memberikan nuansa penekanan emosional dan keterlibatan pribadi agar lawan bicara memahami situasi penutur. Pola ini sering dipakai saat menjelaskan alasan keterlambatan, memberikan kabar, atau mengawali permohonan bantuan.
Ungkapan permohonan sangat santun yang digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu demi kebaikan penutur. Secara harfiah pola ini menanyakan apakah penutur bisa menerima tindakan kebaikan dari lawan bicara. Ungkapan ini membawa nuansa sangat menghormati dan biasa dipakai dalam situasi formal atau kepada atasan dan senior.