Menyiapkan NihongoRoute...
N3 Wake Ga Nai
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan keyakinan kuat bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi atau tidak mungkin benar berdasarkan alasan yang logis. Penutur membantah keras suatu kemungkinan karena bertentangan dengan akal sehat atau bukti yang ada. Nuansa yang disampaikan adalah penolakan atau ketidakpercayaan yang kuat.
Pola penyangkalan kausalitas objektif mutlak ~わけがない (wake ga nai / ragam sopan: わけがありません / kasual: わけない) digunakan saat pembicara MENYANGKAL SECARA MUTLAK 100% BAHWA SUATU HAL TIDAK MUNGKIN DAN MUSTAHIL TERJADI KARENA BERTENTANGAN DENGAN FAKTA LOGIKA, HUKUM ALAM, ATAU SEBAB-AKIBAT OBJEKTIF ("Mana mungkin bisa menang tanpa latihan!", "Pekerjaan sebanyak ini mustahil selesai 1 jam!", "Murah begini mana mungkin barang asli!").
[Futsuukei] + わけがない (勝てるわけがない = mana mungkin bisa menang, おいしいわけがない = mana mungkin enak).[KS-na] + な + わけがない (暇なわけがない = mana mungkin senggang → wajib sisip な, atau であるわけがない).[Kata Benda] + の / である + わけがない (本物のわけがない = mana mungkin barang asli → wajib sisip の).| Kategori Penyangkalan | Pola Sambung | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Mustahil Menang (KK) | 勝てる + わけがない | 練習も全くしていないのに、全国大会の優勝校に勝てるわけがありません。 | Kateru wake ga... | Latihan pun tidak pernah, mana mungkin bisa menang melawan juara nasional. |
| Mustahil Selesai (KK) | 終わる + わけがない | こんな膨大な量の書類整理が、たった1時間で終わるわけがないよ。 | Owaru wake ga nai yo. | Merapikan dokumen sebanyak ini, mana mungkin selesai cuma dalam 1 jam. |
| Mustahil Asli (KB) | 本物の + わけがない | 高級ブランドのバッグがたった1000円で売られているなんて、本物のわけがない。 | Honmono no wake ga... | Tas branded mahal dijual cuma 1000 yen, mana mungkin barang asli! |
| Mustahil Senggang (KS-na) | 暇な + わけがない | 毎日深夜まで残業している彼が、ゲームで遊ぶほど暇なわけがない。 | Hima na wake ga nai. | Tiap hari lembur larut malam, mana mungkin dia senggang sampai bisa main game. |
〜わけがない (Penyangkalan Mutlak 100%): Mustahil sama sekali tidak mungkin!〜わけではない (Penyangkalan Parsial Sebagian): Bukan berarti 100% begitu (Kadang ya kadang tidak).な pada Kata Sifat-na atau の pada Kata Benda:暇わけがない → ⭕ 暇なわけがない (Benar → wajib na).本物わけがない → ⭕ 本物のわけがない (Benar → wajib no).Dapat dianggap Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + と考えられる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan dugaan kuat berdasarkan informasi luar atau menunjukkan sifat khas suatu hal. Dipakai saat mendengar kabar atau melihat bukti nyata. Nuansa objektif, bukan tebakan kosong. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KB / KK (Bentuk Biasa) / KS-i / KS-na (tanpa だ) + らしい. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan keyakinan atau dugaan yang sangat kuat dari pembicara bahwa sesuatu pasti benar atau pasti terjadi. Keyakinan ini bersifat subjektif namun didasari oleh logika umum atau intuisi kuat pembicara, sehingga tidak menyisakan ruang untuk keraguan. Biasanya digunakan dalam percakapan santai untuk menegaskan pendapat secara meyakinkan.
Digunakan untuk membuat penilaian atau kesimpulan dengan membatasi sudut pandang pada satu aspek tertentu saja (misalnya dari segi kemampuan, biaya, atau karakter). Pola ini menekankan bahwa jika aspek tersebut yang dijadikan tolok ukur, maka kesimpulan yang ditarik adalah demikian. Nuansanya analitis dan sering dipakai untuk mengevaluasi sesuatu dari sudut pandang spesifik.
Menyatakan keyakinan kuat bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi atau tidak benar. Didasarkan pada alasan logis atau fakta objektif. Bawa nuansa penolakan keras. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞(普通形)/ 形容詞 / 名詞 + はずがない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Mungkin (waktu lampau, dugaan) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Ta) + であろう. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N1.
Menyatakan dugaan, kesan pertama berdasarkan pengamatan visual langsung. Berarti kelihatannya atau tampaknya. Digunakan menilai situasi hampir terjadi atau penampilan luar. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞(ます形)+そうだ・い形容詞(い無し)+そうだ・な形容詞(な無し)+そうだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Menyatakan dugaan subjektif berdasarkan bukti fisik yang dilihat atau didengar. Digunakan juga untuk perumpamaan atau pemberian contoh. Penilaian pribadi memiliki dasar konkret. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK (Kamus / た / ない) + ようだ KS-i + ようだ KS-na + な + ようだ KB + の + ようだ. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Menyatakan dugaan berdasarkan informasi yang dilihat atau didengar secara langsung, atau digunakan untuk membuat perumpamaan yang mirip dengan kenyataan. Pola ini sangat umum digunakan dalam percakapan santai sehari-hari untuk menyatakan sesuatu yang tampaknya demikian. Nuansanya lebih kasual dibandingkan dengan pola ようだ (you da).
Dianggap / sepertinya Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + と思われる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Dianggap / dinilai (berita) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK/KS (Biasa) + と見られる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Menyatakan keyakinan kuat pembicara bahwa sesuatu pasti benar atau pasti demikian (pasti ~, tidak mungkin bukan ~) Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Biasa + に違いない / KS + に違いない / KB + に違いない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Digunakan untuk menarik kesimpulan atau memberikan penilaian berdasarkan sudut pandang, bukti, atau data tertentu yang terlihat. Pola ini menunjukkan bahwa pembicara membuat estimasi atau opini setelah mengamati objek atau situasi tersebut secara objektif. Nuansanya logis dan sering dipakai dalam analisis atau penilaian situasi.
Menyatakan keyakinan kuat bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi atau tidak benar. Didasarkan pada alasan logis atau fakta objektif. Bawa nuansa penolakan keras. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞(普通形)/ 形容詞 / 名詞 + はずがない. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan keyakinan atau dugaan yang sangat kuat dari pembicara bahwa sesuatu pasti benar atau pasti terjadi. Keyakinan ini bersifat subjektif namun didasari oleh logika umum atau intuisi kuat pembicara, sehingga tidak menyisakan ruang untuk keraguan. Biasanya digunakan dalam percakapan santai untuk menegaskan pendapat secara meyakinkan.