Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Toori Ni
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan persis seperti petunjuk, urutan, atau kondisi yang telah disebutkan sebelumnya. Ungkapan ini menekankan kesesuaian sempurna tanpa adanya perubahan atau penyimpangan dari acuan yang diberikan. Biasanya muncul saat memberikan arahan, mengikuti resep, atau menjalankan instruksi kerja.
Fungsi & Konteks
Pola ~とおりに berfungsi untuk menyatakan bahwa suatu tindakan dilakukan mengikuti atau meniru secara presisi tindakan, petunjuk, atau keadaan lain. Digunakan dalam ragam formal maupun santai ketika memberikan arahan kerja, resep, arahan navigasi, atau membuat laporan.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Contoh |
|---|---|
| KK Kamus + とおりに | 見るとおりにやってください。 |
| KK Lampau + とおりに | 聞いたとおりに書きました。 |
| KB + のとおりに | 指示のとおりに動きます。 |
| KB + どおりに | 予定どおりに到着します。 |
Konteks Pemakaian Nyata
Sering dipakai oleh atasan saat memberi panduan kerja di kantor, oleh instruktur memasak, atau ketika seseorang menegaskan bahwa hasil sesuatu sesuai dengan dugaan/rencana awal.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Dibandingkan dengan ~ように (supaya / seperti), ~とおりに menekankan keakuratan 100% dan peniruan persis langkah demi langkah, sedangkan ~ように lebih menekankan kemiripan umum atau tujuan.
Kesalahan Umum
Pola ini digunakan untuk menyatakan cara atau kondisi saat melakukan suatu tindakan utama, atau melakukan suatu aktivitas tanpa melakukan tindakan lainnya terlebih dahulu. Pola ini menghubungkan dua kata kerja di mana tindakan pertama menjadi metode atau keadaan pendukung bagi tindakan kedua. Nuansa yang dibawakan adalah penjelasan logis dan eksplisit mengenai bagaimana suatu proses dilaksanakan.
Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan tindakan mencoba melakukan sesuatu guna melihat hasil, kondisi, atau pengalaman yang didapat. Pola ini mengekspresikan rasa penasaran atau keberanian untuk mencoba suatu aksi tanpa kepastian hasil sebelumnya. Nuansa rasa yang dibawanya terasa alami dan santun untuk pembicaraan sehari-hari maupun kerja.
Sonkeigo adalah ragam bahasa hormat (keigo) yang digunakan untuk meninggikan derajat atau posisi lawan bicara maupun pihak ketiga yang dihormati. Pola ini berfokus pada tindakan, kondisi, atau kepemilikan orang lain, dan dilarang keras digunakan untuk tindakan diri sendiri. Penggunaannya sangat penting dalam etika komunikasi bisnis dan hubungan formal di Jepang.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tujuan, kegunaan, atau efisiensi dari suatu benda atau tindakan. Pola ini sering muncul ketika menjelaskan alat yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu, serta jumlah waktu atau uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Nuansa yang dibawakan bersifat informatif dan objektif dalam konteks fungsi atau kebutuhan.
Pola tata bahasa hormat (sonkeigo) ini digunakan untuk mengubah kata kerja biasa menjadi bentuk hormat dengan menaikkan kedudukan subjek pelaku tindakan. Awalan お digunakan untuk kata kerja asli Jepang, sedangkan ご digunakan untuk kata kerja serapan/gabungan dua kanji. Pola ini mengekspresikan rasa hormat yang tinggi dan sangat umum dipakai dalam dunia kerja formal.
Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu keadaan yang bertahan sebagai hasil dari tindakan yang sengaja dilakukan oleh seseorang di masa lalu demi tujuan tertentu. Dalam kalimat, pola ini berfokus pada kondisi objek saat ini, bukan pada pelaku tindakan. Nuansanya menunjukkan adanya persiapan atau penataan yang disengaja dan dampaknya masih terlihat jelas hingga sekarang.
Pola ini digunakan untuk menyatakan tindakan yang dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan menghadapi situasi mendatang, langkah sementara sebelum tindakan berikutnya, atau pembiaran suatu kondisi sebagaimana adanya. Pola ini sering muncul saat merencanakan kegiatan, menyelesaikan tugas sebelum batas waktu, atau menjaga kerapian. Nuansanya berfokus pada tindakan aktif demi kepraktisan dan kesiapan antisipatif.