Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Te Mimasu
Tata BahasaUngkapan ini digunakan untuk menyatakan tindakan mencoba melakukan sesuatu guna melihat hasil, kondisi, atau pengalaman yang didapat. Pola ini mengekspresikan rasa penasaran atau keberanian untuk mencoba suatu aksi tanpa kepastian hasil sebelumnya. Nuansa rasa yang dibawanya terasa alami dan santun untuk pembicaraan sehari-hari maupun kerja.
Fungsi & Konteks
Pola ~てみます digunakan ketika pembicara hendak mencoba suatu tindakan untuk mengetahui seperti apa rasanya atau bagaimana hasilnya. Kata みます berasal dari kata kerja 見る (melihat), sehingga secara harfiah bermakna 'melakukan lalu melihat situasi'. Pola ini dapat dipakai dalam situasi formal maupun informal tergantung perubahan bentuk predikatnya.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Formal Positif | 穿いてみます | Akan mencoba memakai (celana/sepatu) |
| Formal Lampau | 穿いてみました | Sudah mencoba memakai |
| Informal / Santai | 穿いてみる | Coba memakai |
| Permohonan Sopan | 穿いてみてください | Silakan coba pakai |
Konteks Pemakaian Nyata
Sangat sering dipakai saat mencoba pakaian di toko (試着), mencicipi masakan baru, atau menguji coba fitur perangkat lunak dalam lingkungan kerja.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Berbeda dengan ~ていただけませんか (n4-te-itadakemasenka) yang merupakan permohonan santun agar orang lain melakukan sesuatu untuk kita, pola ~てみます berfokus pada tindakan coba-coba yang dilakukan oleh diri sendiri.
Kesalahan Umum
Pola ini digunakan untuk menyatakan cara atau kondisi saat melakukan suatu tindakan utama, atau melakukan suatu aktivitas tanpa melakukan tindakan lainnya terlebih dahulu. Pola ini menghubungkan dua kata kerja di mana tindakan pertama menjadi metode atau keadaan pendukung bagi tindakan kedua. Nuansa yang dibawakan adalah penjelasan logis dan eksplisit mengenai bagaimana suatu proses dilaksanakan.
Sonkeigo adalah ragam bahasa hormat (keigo) yang digunakan untuk meninggikan derajat atau posisi lawan bicara maupun pihak ketiga yang dihormati. Pola ini berfokus pada tindakan, kondisi, atau kepemilikan orang lain, dan dilarang keras digunakan untuk tindakan diri sendiri. Penggunaannya sangat penting dalam etika komunikasi bisnis dan hubungan formal di Jepang.
Pola ini digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan persis seperti petunjuk, urutan, atau kondisi yang telah disebutkan sebelumnya. Ungkapan ini menekankan kesesuaian sempurna tanpa adanya perubahan atau penyimpangan dari acuan yang diberikan. Biasanya muncul saat memberikan arahan, mengikuti resep, atau menjalankan instruksi kerja.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tujuan, kegunaan, atau efisiensi dari suatu benda atau tindakan. Pola ini sering muncul ketika menjelaskan alat yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu, serta jumlah waktu atau uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Nuansa yang dibawakan bersifat informatif dan objektif dalam konteks fungsi atau kebutuhan.
Pola tata bahasa hormat (sonkeigo) ini digunakan untuk mengubah kata kerja biasa menjadi bentuk hormat dengan menaikkan kedudukan subjek pelaku tindakan. Awalan お digunakan untuk kata kerja asli Jepang, sedangkan ご digunakan untuk kata kerja serapan/gabungan dua kanji. Pola ini mengekspresikan rasa hormat yang tinggi dan sangat umum dipakai dalam dunia kerja formal.