Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Sonkeigo
Tata BahasaSonkeigo adalah ragam bahasa hormat (keigo) yang digunakan untuk meninggikan derajat atau posisi lawan bicara maupun pihak ketiga yang dihormati. Pola ini berfokus pada tindakan, kondisi, atau kepemilikan orang lain, dan dilarang keras digunakan untuk tindakan diri sendiri. Penggunaannya sangat penting dalam etika komunikasi bisnis dan hubungan formal di Jepang.
Fungsi & Konteks
Sonkeigo digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara atau orang ketiga yang memiliki posisi/status sosial lebih tinggi dari pembicara. Ragam bahasa ini bekerja dengan cara meninggikan posisi subjek yang melakukan tindakan.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Jenis Sonkeigo | Contoh | Keterangan |
|---|---|---|
| Bentuk Khusus | いらっしゃる | Menggantikan iku/kuru/iru |
| Pola お/ご...になる | お読みになる | Menghormati kata kerja umum |
| Bentuk Pasif | 書かれる | Tingkat kesopanan sedang |
| Katabenda Hormat | お名前 / ご住所 | Menambah awalan お/ご pada KB |
Konteks Pemakaian Nyata
Digunakan dalam percakapan bisnis dengan tamu/klien, saat berbicara dengan atasan perusahaan, atau dalam pengumuman resmi dan pelayanan pelanggan.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Berbeda dengan Kenjougo (bahasa merendah). Sonkeigo meninggikan tindakan orang lain, sedangkan Kenjougo merendahkan tindakan diri sendiri demi menghormati lawan bicara.
Kesalahan Umum
Pola ini digunakan untuk menyatakan cara atau kondisi saat melakukan suatu tindakan utama, atau melakukan suatu aktivitas tanpa melakukan tindakan lainnya terlebih dahulu. Pola ini menghubungkan dua kata kerja di mana tindakan pertama menjadi metode atau keadaan pendukung bagi tindakan kedua. Nuansa yang dibawakan adalah penjelasan logis dan eksplisit mengenai bagaimana suatu proses dilaksanakan.
Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan tindakan mencoba melakukan sesuatu guna melihat hasil, kondisi, atau pengalaman yang didapat. Pola ini mengekspresikan rasa penasaran atau keberanian untuk mencoba suatu aksi tanpa kepastian hasil sebelumnya. Nuansa rasa yang dibawanya terasa alami dan santun untuk pembicaraan sehari-hari maupun kerja.
Pola ini digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan persis seperti petunjuk, urutan, atau kondisi yang telah disebutkan sebelumnya. Ungkapan ini menekankan kesesuaian sempurna tanpa adanya perubahan atau penyimpangan dari acuan yang diberikan. Biasanya muncul saat memberikan arahan, mengikuti resep, atau menjalankan instruksi kerja.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tujuan, kegunaan, atau efisiensi dari suatu benda atau tindakan. Pola ini sering muncul ketika menjelaskan alat yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu, serta jumlah waktu atau uang yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Nuansa yang dibawakan bersifat informatif dan objektif dalam konteks fungsi atau kebutuhan.
Pola tata bahasa hormat (sonkeigo) ini digunakan untuk mengubah kata kerja biasa menjadi bentuk hormat dengan menaikkan kedudukan subjek pelaku tindakan. Awalan お digunakan untuk kata kerja asli Jepang, sedangkan ご digunakan untuk kata kerja serapan/gabungan dua kanji. Pola ini mengekspresikan rasa hormat yang tinggi dan sangat umum dipakai dalam dunia kerja formal.