Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Kanoukei
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan kemampuan, potensi, atau kapasitas seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk mengungkapkan bahwa suatu keadaan atau fasilitas memungkinkan digunakannya suatu hal. Karakteristik utamanya adalah menggeser fokus kalimat dari aksi menjadi potensi atau sifat kemampuan subjek.
Bentuk kata kerja 可能形 (Kanoukei / Potential Form) digunakan untuk menyatakan kemampuan personal, kesanggupan fisik/mental, atau terbukanya peluang situasional untuk melakukan suatu aktivitas ("Bisa berbicara bahasa Jepang", "Bisa makan sushi mentah", "Di kamar ini bisa menggunakan WiFi"). Pola ini menggantikan pola panjang 〜ことができる.
u → e lalu tempelkan る (ru) (atau ます).書く (kaku) → 書ける (kakeru) / 書けます (bisa menulis).飲む (nomu) → 飲める (nomeru) / 飲めます (bisa minum).話す (hanasu) → 話せる (hanaseru) / 話せます (bisa berbicara).行く (iku) → 行ける (ikeru) / 行けます (bisa pergi).泳ぐ (oyogu) → 泳げる (oyogeru) / 泳げます (bisa berenang).る ganti られる (rareru) (atau られます).食べる → 食べられる (taberareru) / 食べられます (bisa makan).見る → 見られる (mirareru) / 見られます (bisa melihat).食べれる, namun dalam ujian JLPT wajib 食べられる).する → できる (dekiru) / できます (bisa melakukan).来る → 来られる (korareru / perhatikan bacaannya!) / 来られます (bisa datang).を BERUBAH MENJADI が: Objek sasaran dari kata kerja potensial WAJIB MENGGUNAKAN PARTIKEL が (bukan を):
日本語を話します → 日本語が話せます (Bisa bahasa Jepang).| Golongan | Bentuk Kamus | Bentuk Kanoukei (Bisa) | Contoh Kalimat Nyata | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Golongan 1 | 泳ぐ (berenang) | 泳げる / 泳げます | 私は海で1キロ泳げます。 | Saya bisa berenang sejauh 1 km di laut. |
| Golongan 1 | 読む (membaca) | 読める / 読めます | 漢字は少しなら読めます。 | Kalau huruf Kanji, saya bisa membaca sedikit. |
| Golongan 2 | 食べる (makan) | 食べられる / 食べられます | 納豆が食べられますか。 | Apakah Anda bisa memakan natto? |
| Golongan 3 | 来る (datang) | 来られる / 来られます | 明日のパーティーに来られますか。 | Apakah besok Anda bisa datang ke pesta? |
可能形 (Kanoukei: 話せる): Ringkas, fasih, dan paling dominan dalam percakapan sehari-hari.ことができる (Koto ga dekiru): Lebih formal dan bernada baku tertulis.を pada Kata Kerja Potensial:日本語を話せます。 (Salah umum pembelajar pemula)日本語が話せます。 (Benar → potensial wajib partikel が)こられる (korareru).Mampu menyelesaikan atau menghabiskan sesuatu secara tuntas; memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu hingga selesai penuh Pola ini dibentuk menggunakan rumus: KK Bentuk Masu (tanpa ます) + きれる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N2.
Digunakan untuk menyatakan perubahan kondisi, kebiasaan, atau kemampuan seseorang dari tidak bisa/tidak biasa menjadi bisa/terbiasa (atau sebaliknya jika dalam bentuk negatif). Pola ini menekankan proses transisi bertahap atau titik balik perkembangan kemampuan yang terjadi seiring berjalannya waktu.
Menyatakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kemungkinan suatu tindakan dapat dilakukan dalam situasi tertentu. Pola ini setara dengan bentuk potensial namun lebih formal dan jelas objeknya. Pola ini dibentuk menggunakan rumus: 動詞辞書形 + ことができる. Digunakan dalam komunikasi lisan dan tulisan bahasa Jepang tingkat N3.
Pola ini digunakan untuk menyatakan kemampuan, potensi, atau izin situasi dalam melakukan suatu tindakan. Kata kerja diubah ke bentuk kamus lalu dinominalkan dengan kata 'koto' sebelum disambung ke 'ga dekimasu'. Nuansa yang dihasilkan bernilai netral hingga sopan dan umum dipakai dalam percakapan formal maupun sehari-hari.
Ungkapan ini digunakan untuk menyatakan penglihatan atau pendengaran yang terjadi secara alami tanpa ada unsur kesengajaan dari subjek. Visual atau suara secara spontan masuk ke dalam jangkauan indera pembicara karena kondisi lingkungan. Pola ini berfokus pada persepsi alami, bukan pada kemampuan yang diusahakan.
Partikel ini digunakan untuk membatasi suatu hal dengan menekankan bahwa tidak ada pilihan atau jumlah lain selain hal tersebut. Tata bahasa ini selalu berpasangan dengan bentuk negatif di akhir kalimat untuk menyampaikan nuansa keterbatasan, rasa kurang, atau ketidakpuasan. Hal ini membedakannya dari pematasan biasa karena membawa emosi subjektif pembicara.