Menyiapkan NihongoRoute...
N5 Koto Ga Dekiru
Tata BahasaPola ini digunakan untuk menyatakan kemampuan, potensi, atau izin situasi dalam melakukan suatu tindakan. Kata kerja diubah ke bentuk kamus lalu dinominalkan dengan kata 'koto' sebelum disambung ke 'ga dekimasu'. Nuansa yang dihasilkan bernilai netral hingga sopan dan umum dipakai dalam percakapan formal maupun sehari-hari.
Fungsi & Konteks
Pola ini berfungsi untuk menyatakan kapasitas atau kemampuan seseorang dalam melakukan suatu tindakan, serta kemungkinan yang diizinkan oleh keadaan. Pola ini berkarakter sopan dan dapat digunakan dalam komunikasi resmi maupun interaksi sosial sehari-hari. Penutur menggunakannya saat ingin menjelaskan keterampilan yang dimiliki atau fasilitas situasi tertentu.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Contoh |
|---|---|
| Positif Non-Lampau | 話す me + ことができます |
| Negatif Non-Lampau | 話すことができません |
| Lampau Positif | 話す me + ことができました |
| Lampau Negatif | 話すことができませんでした |
Konteks Pemakaian Nyata
Digunakan saat wawancara kerja untuk menjelaskan keahlian, saat bertanya mengenai aturan fasilitas umum (misal: keberadaan pembayaran nontunai), atau saat berdiskusi mengenai jadwal dengan teman.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Dibandingkan dengan ~がある/わかる (n5-ga-aru-wakaru), pola ことができます memfokuskan pada potensi atau tindakan spesifik yang bisa dilakukan, sedangkan ~がわかる menekankan pada pemahaman intuitif/pengetahuan terhadap suatu subjek.
Kesalahan Umum
Mampu menyelesaikan atau menghabiskan sesuatu secara tuntas; memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu hingga selesai penuh
Pola ini digunakan untuk menyatakan kemampuan, potensi, atau kapasitas seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk mengungkapkan bahwa suatu keadaan atau fasilitas memungkinkan digunakannya suatu hal. Karakteristik utamanya adalah menggeser fokus kalimat dari aksi menjadi potensi atau sifat kemampuan subjek.
Digunakan untuk menyatakan perubahan kondisi, kebiasaan, atau kemampuan seseorang dari tidak bisa/tidak biasa menjadi bisa/terbiasa (atau sebaliknya jika dalam bentuk negatif). Pola ini menekankan proses transisi bertahap atau titik balik perkembangan kemampuan yang terjadi seiring berjalannya waktu.
Menyatakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kemungkinan suatu tindakan dapat dilakukan dalam situasi tertentu. Pola ini setara dengan bentuk potensial namun lebih formal dan jelas objeknya.
Pola ini digunakan untuk menyatakan kepemilikan benda mati atau hal abstrak (ある) serta pemahaman seseorang terhadap suatu informasi atau bahasa (わかる). Sama seperti pola perasaan, objek yang dimiliki atau dipahami ditandai dengan partikel が. Pola ini kerap muncul dalam percakapan sehari-hari untuk mengonfirmasi ketersediaan, kepemilikan, atau pemahaman.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk mengekspresikan keinginan atau hasrat penutur dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu. Pola ini dibuat dengan mengubah kata kerja ke bentuk akar (stem) lalu menambahkan akhiran tai desu. Nuansa yang dihadirkan adalah penyampaian niat pribadi secara sopan dan wajar.