Menyiapkan NihongoRoute...
N5 To Omou
Tata BahasaUngkapan ini digunakan untuk menyampaikan pendapat, prasangka, atau dugaan pribadi pembicara terhadap suatu hal. Pola ini melekat pada bentuk biasa (普通形) dan berfungsi memperhalus ucapan agar tidak terkesan terlalu tegas atau menghakimi. Pola ini umum digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun situasi semi-formal.
Pola ~と思います (to omoimasu) digunakan untuk menyampaikan opini, pemikiran, pandangan subjektif, atau estimasi dugaan probabilitas pribadi ("Menurut saya...", "Saya rasa..."). Dalam budaya komunikasi masyarakat Jepang yang mengutamakan keharmonisan sosial (Wa), menambahkan 〜と思います di akhir kalimat sangat penting agar pernyataan tidak terdengar mutlak, kaku, atau memaksakan kehendak kepada orang lain.
と WAJIB DIUBAH KE BENTUK BIASA (FUTSUUKEI).[Kalimat Bentuk Biasa (Futsuukei)] + と思います
明日は雨が降ると思います (Menurut saya besok akan turun hujan)日本の物価は高いと思います (Menurut saya biaya hidup Jepang mahal)田中さんは親切だと思います (Menurut saya Tanaka orangnya ramah) → Wajib sisip だ明日は休みだと思います (Menurut saya besok libur) → Wajib sisip だ〜についてどう思いますか):[Topik Obrolan] + についてどう思いますか (Bagaimana pendapat Anda tentang...?).
〜ないと思います (Lebih natural: Saya rasa tidak...): 来ないと思います〜とは思いません (Penolakan tegas: Saya tidak berpikir demikian).| Kategori Opini | Kalimat Dasar (Futsuukei) | Contoh Kalimat Lengkap | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Opini Nilai Barang | 高い (mahal) | 日本の生活費は高いと思います。 | Nihon no seikatsuhi wa takai to omoimasu. | Menurut saya biaya hidup di Jepang mahal. |
| Dugaan Cuaca | 降る (turun hujan) | 午後から雨が降ると思います。 | Gogo kara ame ga furu to omoimasu. | Saya rasa mulai siang nanti hujan akan turun. |
| Penilaian Orang | 親切だ (+ だ) | サトウ先生はとても親切だと思います。 | Satou-sensei wa totemo shinsetsu da to omoimasu. | Menurut saya Ibu Guru Sato orangnya sangat ramah. |
| Status Jadwal | 休みだ (+ だ) | 明日の午後は休みだと思います。 | Ashita no gogo wa yasumi da to omoimasu. | Saya rasa besok siang adalah hari libur. |
〜と思います (Opini Pemikiran Internal Diri Sendiri): Hasil pemikiran atau pertimbangan akal pembicara ("Menurut saya begitu").〜そうです (Kabar Angin / Dugaan Visual): Berdasarkan apa yang dilihat mata (Kelihatannya enak) atau didengar dari pihak ketiga (Katanya begitu).と:高いですと思います。 (Salah besar) → ⭕ 高いと思います。 (Benar)雨が降りますと思います。 (Salah besar) → ⭕ 雨が降ると思います。 (Benar)だ pada Kata Benda dan Kata Sifat-na:田中さんは親切と思います。 (Salah) → ⭕ 田中さんは親切だと思います。 (Benar)明日は休みと思います。 (Salah) → ⭕ 明日は休みだと思います。 (Benar).Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan atau kejadian yang dilakukan sebelum aktivitas lain berlangsung. Kehadiran pola ini menegaskan urutan kronologis kegiatan secara eksplisit dan teratur. Nuansa penyamarainnya bersifat netral sehingga cocok dipakai dalam konteks percakapan sehari-hari maupun formal.
Pola ini digunakan untuk menyebutkan beberapa tindakan atau kegiatan sebagai perwakilan dari serangkaian aktivitas yang dilakukan secara acak atau tidak berurutan. Ungkapan ini memberikan nuansa bahwa masih ada kegiatan lain yang dilakukan selain dari contoh-contoh yang disebutkan oleh pembicara. Pola ini sangat umum dipakai ketika menceritakan pengisi waktu luang atau rutinitas yang bervariasi.
Pola ~とき digunakan untuk menunjukkan titik waktu atau situasi terjadinya suatu peristiwa atau tindakan. Pola ini menghubungkan dua klausa di mana klausa pertama menjadi latar waktu bagi kejadian pada klausa utama. Penggunaannya sangat luas dan fleksibel, dapat dipakai dalam situasi formal maupun percakapan santai sehari-hari.
Pola ~たら digunakan untuk menyatakan pengandaian atau pengandaian syarat "jika" dan "setelah". Pola ini berfungsi menghubungkan dua klausa di mana kejadian pada klausa kedua baru bisa terwujud apabila syarat pada klausa pertama telah terpenuhi. Sifat pengandaian ini sangat luwes dan paling sering dipakai dalam percakapan lisan.
Digunakan untuk menyatakan tindakan, peristiwa, atau kondisi yang telah selesai terjadi pada masa lalu dalam ragam santai. Pola ini merupakan padanan informal dari bentuk sopan -mashita. Penggunaannya membawa kesan akrab dan tidak kaku antar pembicara.
Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan yang sedang berlangsung pada saat dibicarakan, atau menunjukkan keadaan menetap yang dihasilkan dari suatu tindakan. Pola ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari maupun situasi formal saat menggambarkan aksi yang belum selesai atau status terkini. Nuansa yang dibawakan adalah netral dan sopan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu perubahan kondisi, sifat, atau status dari satu keadaan menjadi keadaan lain. Perubahan ini dapat terjadi secara alami seiring berjalannya waktu, perkembangan kemampuan, maupun sebagai akibat dari suatu proses. Penggunaannya sangat luas untuk mendeskripsikan perubahan cuaca, usia, cita-cita, atau suasana lingkungan.
Pola ~てくれる/あげる/もらう digunakan untuk mengekspresikan tindakan pemberian atau penerimaan bantuan dan kebaikan antarindividu. Pola ini menunjukkan arah aksi sekaligus rasa terima kasih, kepedulian, atau hubungan sosial antarpenutur. Penggunaannya memberikan nuansa hangat dan sopan dibanding sekadar menyebutkan aksi biasa.
Menyatakan bahwa pembicara memiliki pengalaman pernah melakukan suatu tindakan di masa lalu setidaknya satu kali. Pola ini berfokus pada pencapaian atau latar belakang pengalaman hidup seseorang, bukan sekadar menceritakan kejadian masa lalu biasa. Nuansa yang dibawanya bersifat informatif dan wajar dipakai dalam percakapan formal maupun informal.
Pola ini digunakan untuk menyatakan hubungan pengandaian atau syarat alamiah, di mana jika kondisi di klausa pertama terjadi, maka hasil di klausa kedua secara otomatis dan pasti akan menyusul. Pola ini membawa nuansa kepastian objektif tanpa melibatkan keinginan, ajakan, atau perintah dari pembicara. Sering muncul dalam konteks hukum alam, petunjuk jalan, pengoperasian mesin, atau kebiasaan yang selalu berulang.
普通形 (Futsuukei) atau ragam bahasa biasa adalah bentuk konjugasi kata kerja, kata sifat, dan kata benda yang tidak menggunakan akhiran sopan seperti です atau ます. Bentuk ini berfungsi sebagai sarana komunikasi santai dengan kawan atau keluarga, sekaligus menjadi pondasi utama pembentukan struktur kalimat majemuk tingkat lanjut.
Digunakan untuk menyatakan tindakan, peristiwa, atau kondisi yang telah selesai terjadi pada masa lalu dalam ragam santai. Pola ini merupakan padanan informal dari bentuk sopan -mashita. Penggunaannya membawa kesan akrab dan tidak kaku antar pembicara.