Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Ukemi
Tata BahasaBentuk pasif (受動形) digunakan ketika subjek kalimat menerima tindakan yang dilakukan oleh pihak lain. Pola ini sering digunakan untuk menyatakan perasaan terganggu atau penderitaan akibat aksi orang lain, menyampaikan fakta sejarah/sosial secara objektif, atau ketika pelaku tindakan tidak perlu disebutkan secara spesifik. Nuansanya berkisar dari laporan objektif netral hingga ungkapan rasa ketidaknyamanan.
Bentuk kata kerja 受動形 (Judoukei / Passive Form / Ukemi) adalah sistem konjugasi bahasa Jepang yang digunakan saat SUBJEK UTAMA MENJADI KORBAN / PIHAK PENERIMA DARI SUATU TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK LAIN ("Dimarahi", "Dipuji", "Digigit", "Dibuat", "Ditinggal pergi").
u → a lalu tempelkan れる (reru) (atau れます).褒める → 褒められる (Ichidan)叱る (shikaru) → 叱られる (shikarareru) (dimarahi).踏む (fumu) → 踏まれる (fumareru) (diinjak).盗む (nusumu) → 盗まれる (nusumareru) (dicuri).頼む (tanomu) → 頼まれる (tanomareru) (dimintai tolong).言う (iu) → 言われる (iwareru) (dibilangin / ditegur).る ganti られる (rareru) (atau られます).褒める (homeru) → 褒められる (homerareru) (dipuji).食べる → 食べられる (dimakan).捨てる → 捨てられる (dibuang).する → される (sareru) / されます (dilakukan / diganggu).来る → 来られる (korareru / baca: KO!) / 来られます (diberati kedatangan orang).に (先生に叱られた).| Golongan | Bentuk Kamus | Bentuk Pasif (Ukemi) | Contoh Kalimat Nyata | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Golongan 1 (Marah) | 叱る (shikaru) | 叱られる | 宿題を忘れて、先生にひどく叱られました。 | Karena lupa PR, saya dimarahi habis oleh guru. |
| Golongan 1 (Injak) | 踏む (fumu) | 踏まれる | 電車で知らない人に足を踏まれて痛かったです。 | Di kereta kaki saya diinjak orang tak dikenal. |
| Golongan 2 (Puji) | 褒める (homeru) | 褒められる | プレゼンがうまくいって、上司に褒められました。 | Presentasi sukses, saya dipuji oleh atasan. |
| Golongan 3 (Lakukan) | する | される | 弟に大切なゲーム機を壊されました。 | Konsol game penting saya dirusak oleh adik. |
泥棒が私の財布を盗んだ (Aktif: Fokus Pencopet): Pencuri mengambil dompet saya.私は泥棒に財布を盗まれた (Pasif Penderitaan: Fokus Kekecewaan Korban): Saya kecopetan dompet oleh pencuri.う (iu):言われる (iwareru) (Huruf う berubah jadi わ).こられる (korareru).Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan tindakan sengaja oleh subjek untuk mengubah keadaan, sifat, atau kuantitas suatu objek menjadi kondisi baru. Ungkapan ini menunjukkan adanya intervensi aktif dari seseorang agar nilai, suasana, atau bentuk benda berubah sesuai tujuan. Pemakaiannya sangat luas dalam konteks penyesuaian intensitas seperti volume, suhu, atau kerapian.
Tata bahasa ini digunakan untuk menunjukkan tingkat kemudahan atau kesulitan dalam melakukan suatu tindakan atau menggunakan suatu benda. Akhiran ~やすい menandakan bahwa proses tersebut gampang dieksekusi atau karakteristik objeknya mendukung tindakan itu, sedangkan ~にくい menyatakan bahwa tindakan itu sukar dilaksanakan atau menimbulkan hambatan. Pola ini merujuk pada sifat objektif maupun pengalaman subjektif pembicara.
Menyatakan keadaan yang berlangsung sebagai hasil dari suatu perubahan atau tindakan yang telah terjadi secara alami pada benda mati atau subjek intransitif. Pola ini berfokus pada kondisi fisik benda saat ini, tanpa memperhatikan siapa pelakunya. Nuansanya bersifat objektif dan deskriptif mendokumentasikan fakta yang terlihat.
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan, sifat, atau keadaan terjadi secara berlebihan hingga melampaui batas yang wajar atau diinginkan. Pola ini sering membawa konotasi negatif karena menunjukkan kondisi ekstrem yang menimbulkan ketidaknyamanan atau masalah. Pembicara memakai ungkapan ini saat menilai sesuatu yang porsinya melebihi batas batas ambang normal.
Pola ini digunakan untuk mengubah kata kerja menjadi kata benda (nominalisasi) menggunakan partikel の, yang kemudian berfungsi sebagai subjek kalimat bertanda が. Pola ini umum dipakai untuk mengutarakan perasaan, kesukaan, ketidaksukaan, atau tingkat keahlian seseorang terhadap suatu aktivitas. Nuansa yang dihadirkan bersifat netral hingga sopan, sangat alami digunakan dalam interaksi sehari-hari maupun situasi formal.
Pola ini digunakan untuk menyatakan kemampuan, potensi, atau kapasitas seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Selain itu, pola ini juga berfungsi untuk mengungkapkan bahwa suatu keadaan atau fasilitas memungkinkan digunakannya suatu hal. Karakteristik utamanya adalah menggeser fokus kalimat dari aksi menjadi potensi atau sifat kemampuan subjek.
Mengungkapkan bahwa suatu tindakan telah selesai dilakukan secara menyeluruh dan tuntas, atau menyatakan rasa penyesalan/kekecewaan atas kejadian yang tidak sengaja terjadi. Nuansa yang dibawanya berkisar dari kelegaan karena aksi rampung hingga rasa bersalah atas kelalaian. Tata bahasa ini mempertegas bahwa hasil akhir dari aksi tersebut tidak dapat diubah lagi.