Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Te Shimaimashita
Tata BahasaMengungkapkan bahwa suatu tindakan telah selesai dilakukan secara menyeluruh dan tuntas, atau menyatakan rasa penyesalan/kekecewaan atas kejadian yang tidak sengaja terjadi. Nuansa yang dibawanya berkisar dari kelegaan karena aksi rampung hingga rasa bersalah atas kelalaian. Tata bahasa ini mempertegas bahwa hasil akhir dari aksi tersebut tidak dapat diubah lagi.
Pola ~てしまいました (te shimaimashita / kasual: ちゃう / じゃう) memiliki dua fungsi rasa bahasa utama dalam bahasa Jepang:
しまいました (atau bentuk kasualnya).読む → 読んでしまいました (sudah membaca habis).落とす → 落としてしまいました (terlanjur menjatuhkan / hilang).忘れる → 忘れてしまいました (terlanjur lupa / ketinggalan).〜ちゃう / 〜じゃう):〜てしまう → 〜ちゃう (chau) (食べちゃう = makan habis / terlanjur makan).〜でしまう → 〜じゃう (jau) (飲んじゃう = minum habis, 死んじゃう = mati).| Kategori Nuansa | Bentuk Kata Kerja | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Penyesalan Barang Hilang | 落としてしまいました | 電車の中に財布を忘れてしまいました。 | Densha no naka ni saifu o wasurete shimaimashita. | Dompet saya terlanjur tertinggal di dalam kereta (menyesal). |
| Penyesalan Kerusakan | 壊してしまいました | 友達から借りたカメラを壊してしまいました。 | Tomodachi kara karita kamera o kowashite shimaimashita. | Saya tidak sengaja merusakkan kamera yang saya pinjam dari teman. |
| Penyelesaian Tuntas | 読んでしまいました | 面白くて、一日で本を全部読んでしまいました。 | Omoshirokute, ichinichi de hon o zenbu yonde shimaimashita. | Karena sangat menarik, saya membaca tuntas buku itu dalam 1 hari. |
| Kasual Percakapan (Chau) | 忘れちゃった | 大変!宿題を家に忘れちゃった! | Taihen! Shukudai o ie ni wasurechatta! | Gawat! PR-ku terlanjur ketinggalan di rumah! |
財布を落としました (Fakta Dingin Datar): Saya menjatuhkan dompet.財布を落としてしまいました (Rasa Penyesalan Batin): Dompet saya terlanjur jatuh hilang (ada rasa terpukul dan sedih).試験に合格してしまいました。 (Terdengar seperti menyesal karena telah lulus ujian!)試験に合格しました! (Benar → kabar gembira gunakan bentuk lampau biasa).Bentuk kausatif-pasif digunakan untuk menyatakan tindakan yang terpaksa dilakukan oleh subjek karena dipaksa, diperintah, atau didorong oleh situasi dan pihak lain. Ungkapan ini membawa nuansa ketidaksenangan, beban mental, atau perasaan tidak berdaya karena harus melakukan hal yang sebenarnya tidak diinginkan. Sangat umum dipakai dalam cerita pengalaman pribadi maupun situasi kerja.
Pola ini digunakan untuk menyambungkan dua klausa yang saling bertentangan, di mana hasil kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi atau usaha yang telah dilakukan. Pola ini memuat perasaan subjektif penutur seperti kekecewaan, penyesalan, kejengkolan, atau rasa terkejut. Biasanya muncul saat menceritakan kejadian yang mengecewakan dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan.
Pola ini digunakan untuk memberikan penjelasan, latar belakang, atau alasan subjektif atas suatu kondisi yang sedang dihadapi atau ditanyakan lawan bicara. Ungkapan ini memberikan nuansa penekanan emosional dan keterlibatan pribadi agar lawan bicara memahami situasi penutur. Pola ini sering dipakai saat menjelaskan alasan keterlambatan, memberikan kabar, atau mengawali permohonan bantuan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan tindakan yang dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan menghadapi situasi mendatang, langkah sementara sebelum tindakan berikutnya, atau pembiaran suatu kondisi sebagaimana adanya. Pola ini sering muncul saat merencanakan kegiatan, menyelesaikan tugas sebelum batas waktu, atau menjaga kerapian. Nuansanya berfokus pada tindakan aktif demi kepraktisan dan kesiapan antisipatif.