Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Shieki Ukemi
Tata BahasaBentuk kausatif-pasif digunakan untuk menyatakan tindakan yang terpaksa dilakukan oleh subjek karena dipaksa, diperintah, atau didorong oleh situasi dan pihak lain. Ungkapan ini membawa nuansa ketidaksenangan, beban mental, atau perasaan tidak berdaya karena harus melakukan hal yang sebenarnya tidak diinginkan. Sangat umum dipakai dalam cerita pengalaman pribadi maupun situasi kerja.
Fungsi & Konteks
Bentuk kausatif-pasif (使役受動形) mengekspresikan kondisi di mana pembicara atau subjek kalimat terpaksa melakukan suatu tindakan akibat paksaan atau tekanan dari orang lain/keadaan. Selalu mengandung nuansa emosional negatif seperti keluhan, rasa terbeban, atau rasa terpaksa.
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Contoh |
|---|---|
| Bentuk Masu | 待たせられます |
| Bentuk Lampau | 行かされました |
| Bentuk Te | 走らされて |
| Singkatan Kel. 1 | 書かされる (dari 書かせられる) |
Konteks Pemakaian Nyata
Biasa digunakan saat curhat kepada teman mengenai pengalaman tidak menyenangkan, seperti disuruh menunggu lama, disuruh membersihkan ruangan sendirian oleh atasan, atau dipaksa mengonsumsi makanan tertentu.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Dibandingkan dengan n4-te-shimaimashita (~てしまいました), pola ~てしまいました menekankan penyesalan atas kejadian yang sudah terlanjur terjadi karena ketidaksengajaan. Sementara 使役受動形 menekankan adanya unsur paksaan atau perintah pihak luar yang tidak bisa ditolak.
Kesalahan Umum
Mengungkapkan bahwa suatu tindakan telah selesai dilakukan secara menyeluruh dan tuntas, atau menyatakan rasa penyesalan/kekecewaan atas kejadian yang tidak sengaja terjadi. Nuansa yang dibawanya berkisar dari kelegaan karena aksi rampung hingga rasa bersalah atas kelalaian. Tata bahasa ini mempertegas bahwa hasil akhir dari aksi tersebut tidak dapat diubah lagi.
Pola ini digunakan untuk menyambungkan dua klausa yang saling bertentangan, di mana hasil kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi atau usaha yang telah dilakukan. Pola ini memuat perasaan subjektif penutur seperti kekecewaan, penyesalan, kejengkolan, atau rasa terkejut. Biasanya muncul saat menceritakan kejadian yang mengecewakan dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan.