Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Teineigo
Tata Bahasa丁寧語 (Teineigo) adalah ragam bahasa sopan dalam bahasa Jepang yang berfungsi untuk menunjukkan rasa hormat dan menjaga kesopanan secara umum kepada lawan bicara. Pola ini ditandai dengan penggunaan bentuk ~です (desu) dan ~ます (masu) pada akhir kalimat. Tata bahasa ini digunakan dalam situasi sehari-hari yang formal, komunikasi bisnis dasar, serta percakapan dengan orang yang belum dikenal dekat.
Ragam bahasa 丁寧語 (Teineigo) adalah fondasi etika komunikasi formal dalam masyarakat Jepang yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dan kesopanan netral kepada lawan bicara tanpa memandang status sosial (orang yang baru dikenal, rekan kerja, pelanggan, guru, atau saat berbicara di ruang publik). Teineigo menghaluskan ucapan dengan mengubah predikat akhir menjadi bentuk です / ます serta menggunakan bentuk eufemisme khusus seperti ございます.
〜ます (行く → 行きます, 食べる → 食べます).〜です (学生だ → 学生です, 高い → 高いです).あります → ございます (時間がございます = ada waktu).〜です → 〜でございます (こちらは田中様でございます = ini adalah Tuan Tanaka).いいですか → よろしいでしょうか (Apakah boleh / berkenan?).お / ご):お (o) untuk kata asli Jepang (Wago): お茶 (ocha), お水 (omizu), お金 (okane), お酒 (osake).ご (go) untuk kata serapan Kanji Tiongkok (Kango): ご飯 (gohan), ご家族 (gokazoku), ご案内 (goannai).| Ragam Biasa (Futsuukei) | Ragam Sopan (Teineigo) | Ragam Sangat Sopan (Teinei Tinggi) | Contoh Kalimat Nyata | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| だ (da) | です | でございます | 本日の担当は山田でございます。 | Penanggung jawab hari ini adalah Yamada (sangat sopan). |
| ある (aru) | あります | ございます | 何かご質問はございますか。 | Apakah ada pertanyaan dari Anda? |
| いい (ii) | いいです | よろしいです | お名前はこちらでよろしいですか。 | Apakah nama ini sudah benar (sesuai)? |
| どこ (doko) | どこですか | どちらでしょうか | お手洗いはどちらでしょうか。 | Toilet berada di sebelah mana ya? |
丁寧語 (Teineigo): Sopan standar kepada siapa saja (Desu/Masu/Gozaimasu).尊敬語 (Sonkeigo): Mengangkat derajat aksi orang lain / atasan.謙譲語 (Kenjougo): Merendahkan aksi diri sendiri untuk menghormati orang lain.お / ご pada Kata Benda Asing (Katakana):おビール / おコーヒー (Janggal dan salah kaprah) → ⭕ ビール / コーヒー.お / ご pada Tindakan / Aset Milik Sendiri yang Negatif:Pola ini digunakan untuk menyampaikan ucapan, kutipan, atau informasi yang didengar langsung dari pihak ketiga kepada orang lain. Bentuk ~と言っていました mengindikasikan bahwa pembicara mendengarkan perkataan tersebut pada masa lalu dan kini menyampaikan pesannya. Nuansanya bersifat objektif karena murni melaporkan perkataan orang lain tanpa mengubah isinya.
Kenjougo (bahasa merendahkan diri) adalah ragam bahasa halus yang digunakan untuk merendahkan tindakan pembicara sendiri atau pihak internal (keluarga/rekan kantor) demi menghormati lawan bicara. Tata bahasa ini wajib dipakai saat berbicara dengan orang yang berkedudukan lebih tinggi, klien, atau pelanggan. Penggunaannya menciptakan kesan profesional, beretika, dan sangat santun.
Pola ini digunakan untuk menanyakan apakah lawan bicara mengetahui suatu fakta, kejadian, atau informasi tertentu. Klausa fakta sebelum の dinominalisasi sehingga berfungsi sebagai objek dari kata kerja 知っていますか (apakah tahu). Ungkapan ini bernuansa sopan dan umum digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun interaksi kerja.
Pola ini digunakan saat pembicara menawarkan bantuan atau melakukan suatu aksi tindakan untuk kepentingan lawan bicara secara sangat sopan. Dengan menggunakan pola bentuk merendah (Kenjougo) ini, pembicara menunjukkan rasa hormat dengan merendahkan tindakannya sendiri. Pola ini sangat umum dipakai dalam situasi pelayanan, interaksi bisnis, atau membantu atasan.
Pola ini digunakan untuk memberikan penjelasan, latar belakang, atau alasan subjektif atas suatu kondisi yang sedang dihadapi atau ditanyakan lawan bicara. Ungkapan ini memberikan nuansa penekanan emosional dan keterlibatan pribadi agar lawan bicara memahami situasi penutur. Pola ini sering dipakai saat menjelaskan alasan keterlambatan, memberikan kabar, atau mengawali permohonan bantuan.
Ungkapan permohonan sangat santun yang digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu demi kebaikan penutur. Secara harfiah pola ini menanyakan apakah penutur bisa menerima tindakan kebaikan dari lawan bicara. Ungkapan ini membawa nuansa sangat menghormati dan biasa dipakai dalam situasi formal atau kepada atasan dan senior.