Bayangkan seseorang yang menutup kepala dengan penutup (冖) karena sedih. Di dalam kesendirian, dia merenung melihat diri sendiri (自) dan merasakan hatinya (心) menjadi kosong bagai selembar kertas putih (白) setelah kehilangan satu (一) hal paling berharga dalam hidupnya. Karena duka mendalam ini, dia berjalan lambat menyeret kaki (夂).