Menyiapkan NihongoRoute...
N5 Jisho
Tata BahasaBentuk Kamus (Jishokei) adalah bentuk dasar kata kerja bahasa Jepang tanpa imbuhan kesopanan yang terdaftar secara alami di dalam kamus. Digunakan untuk menyatakan tindakan kasual non-lampau serta menjadi pilar utama pembentukan tata bahasa tingkat lanjut. Nuansanya netral, lugas, dan polos.
Bentuk Kamus ~辞書形 (Jisho-kei / Dictionary Form) adalah bentuk paling murni, netral, dan orisinal dari seluruh kata kerja bahasa Jepang sebagaimana kata tersebut tercantum di dalam buku kamus. Ciri khas mutlaknya adalah: SEMUA KATA KERJA BENTUK KAMUS PASTI BERAKHIRAN DENGAN BUNYI VOKAL U. Bentuk ini bertindak sebagai pondasi gramatikal paling krusial untuk menyusun pola kemampuan (koto ga dekiru), menyatakan hobi (koto desu), urutan sebelum aksi (mae ni), serta ragam percakapan kasual (Futsuukei).
Ubah vokal bunyi baris i (pada bentuk Masu) kembali ke baris aslinya yaitu baris u.
書きます (kak-i) → 書く (kak-u) (menulis)読みます (yom-i) → 読む (yom-u) (membaca)買います (ka-i) → 買う (ka-u) (membeli)行きます (ik-i) → 行く (ik-u) (pergi)話します (hanash-i) → 話す (hanas-u) (berbicara)Buang akhiran ます, lalu ganti dengan 〜る (ru).
食べます → 食べる (taberu) (makan)見ます → 見る (miru) (melihat)寝ます → 寝る (neru) (tidur)します (shimasu) → する (suru) (melakukan)来ます (kimasu) → 来る (kuru) (wajib dilafalkan "kuru").| Golongan | Bentuk Sopan (Masu) | Huruf Vokal Masu | Bentuk Kamus Asli (U) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Grup 1 (kak-i) | 書きます | i | 書く (kaku) | Menulis |
| Grup 1 (nom-i) | 飲みます | i | 飲む (nomu) | Meminum |
| Grup 1 (ka-i) | 買います | i | 買う (kau) | Membeli |
| Grup 2 (tabe-masu) | 食べます | e | 食べる (taberu) | Memakan |
| Grup 2 (mi-masu) | 見ます | i | 見る (miru) | Melihat |
| Grup 3 (shi-masu) | します | - | する (suru) | Melakukan |
| Grup 3 (ki-masu) | 来ます | - | 来る (kuru) | Datang |
食べる (Bentuk Kamus): Ragam biasa (Futsuukei) & pondasi pembentukan pola tata bahasa tingkat lanjut.食べます (Bentuk Masu): Ragam sopan standar (Teineigo) yang langsung dipakai di akhir kalimat komunikasi publik.社長、明日どこへ行く? (Sangat tidak sopan dan fatal dalam etika kerja Jepang!)社長、明日はどちらへいらっしゃいますか。 (Benar → gunakan bahasa sopan/keigo).来る (kuru) sebagai "kiru":Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan letak atau keberadaan suatu benda/subjek pada suatu lokasi tertentu. Tata bahasa ini menempatkan topik utama di depan dan memberi informasi di mana lokasi topik tersebut berada. Penggunaannya memberikan pernyataan langsung dan jelas mengenai posisi suatu tempat.
Kata tunjuk penjelas (demonstrative determiner) yang wajib ditempelkan langsung di depan kata benda. この menunjuk benda dekat pembicara, その dekat lawan bicara, dan あの jauh dari keduanya. Berfungsi memberikan deskripsi atau batasan spesifik pada objek yang sedang dibahas.
Pola jawaban standar untuk mengonfirmasi kebenaran atau menyangkal pernyataan nominal (pertanyaan identitas/benda). そうです berartikan "Ya, benar", sedangkan そうではありません berartikan "Bukan/Tidak demikian". Fungsi utamanya merespons pertanyaan tanpa perlu mengulang seluruh predikat nominal.
Pola ini digunakan untuk menyatakan sifat atau kondisi subjek menggunakan Kata Sifat-na dalam bentuk sopan non-lampau. Bentuk positif dibentuk dengan menempelkan です pada kata dasar, sedangkan bentuk negatif menggunakan ではありません. Pola ini berfungsi memberikan deskripsi atau penilaian mengenai sifat subjek secara formal dan santun.
Kata kopula です berfungsi untuk menyatakan predikat berupa kata benda atau kata sifat dalam bentuk sopan (丁寧語). Pola ini diletakkan di akhir kalimat untuk memberikan kesan hormat dan santun kepada lawan bicara. Penggunaannya sangat luas dalam interaksi sehari-hari dengan orang yang belum akrab maupun dalam situasi formal.
Kata ganti penunjuk benda yang berdiri sendiri tanpa diikuti langsung oleh kata benda. これ digunakan untuk benda di dekat pembicara, それ untuk benda di dekat lawan bicara, dan あれ untuk benda yang jauh dari keduanya. Fungsi utamanya adalah menunjuk benda fisik dalam situasi percakapan dengan nuansa sopan atau netral.
Pola ini digunakan untuk menyampaikan instruksi, perintah halus, atau permintaan tolong secara sopan kepada lawan bicara. Struktur ini membentuk kalimat permohonan yang jelas untuk meminta seseorang melakukan suatu tindakan. Nuansanya sopan dalam konteks sehari-hari, namun terkesan kurang halus jika dipakai kepada atasan tinggi.
普通形 (Futsuukei) atau ragam bahasa biasa adalah bentuk konjugasi kata kerja, kata sifat, dan kata benda yang tidak menggunakan akhiran sopan seperti です atau ます. Bentuk ini berfungsi sebagai sarana komunikasi santai dengan kawan atau keluarga, sekaligus menjadi pondasi utama pembentukan struktur kalimat majemuk tingkat lanjut.
Pola tata bahasa ini digunakan untuk mengajak lawan bicara melakukan suatu tindakan bersama-sama atau menanggapi ajakan secara positif. Ungkapan ini menyampaikan semangat kebersamaan dan inisiatif langsung dari penutur. Memiliki nuansa sopan yang cocok untuk situasi sehari-hari maupun formal.
Pola ini menyatakan sifat atau kondisi suatu benda pada masa kini menggunakan Kata Sifat-i. Bentuk ~いです menunjukkan kondisi positif sopan, sedangkan ~くありません menunjukkan bentuk negatif sopan. Pola ini dipakai dalam percakapan formal dan sehari-hari untuk menjelaskan keadaan subjek secara langsung.