Menyiapkan NihongoRoute...
N4 O Kudasai
Tata BahasaPola ini digunakan untuk memberikan instruksi, permintaan, atau perintah secara sangat sopan (Sonkeigo) kepada lawan bicara. Ungkapan ini umum ditemukan dalam pengumuman publik, layanan pelanggan, atau dunia bisnis untuk meminta seseorang melakukan sesuatu tanpa terdengar memaksa. Penggunaannya menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada tamu, pelanggan, atau atasan.
Fungsi & Konteks
Pola 「お/ご~ください」 merupakan bentuk permohonan perintah yang sangat halus dan sopan (Sonkeigo). Pola ini digunakan ketika pembicara ingin meminta atau menginstruksikan orang lain (terutama pelanggan, tamu, atau atasan) untuk melakukan suatu tindakan yang menguntungkan mereka sendiri atau sebagai bagian dari prosedur formal. Register pengunaannya berada pada tingkat formal hingga sangat formal (layanan publik, bisnis, etiket toko).
Cara Pakai & Aturan
Variasi Bentuk
| Bentuk | Contoh Pola | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| Ungkapan Wago (Gou 1/2) | お + KK Stem + ください | 少々お待ちください (Mohon tunggu sebentar) |
| Ungkapan Kango (Gou 3) | ご + KB Aksi + ください | 連絡をお願いします / ご連絡ください (Silakan hubungi kami) |
| Bentuk Khusus (Sonkeigo) | Kata Kerja Khusus + ください | こちらをご覧ください (Silakan lihat di sebelah sini) |
Konteks Pemakaian Nyata
Pola ini digunakan oleh staf restoran, pengumuman stasiun/bandara, resepsionis, atau email bisnis formal kepada klien. Penutur asli memilih pola ini dibanding 「~てください」 karena 「~てください」 masih memiliki unsur perintah langsung yang kurang sopan untuk standar pelayanan Jepang.
Perbandingan dengan Pola Serupa
Dibandingkan dengan 「~ていただけませんか」 (n4-te-itadakemasenka), pola 「お/ご~ください」 berbentuk instruksi/perintah sopan (pembicara menyuruh lawan bicara), sedangkan 「~ていただけませんか」 berbentuk permohonan izin/bantuan (pembicara memohon keberkenaan lawan bicara untuk membantu pembicara).
Kesalahan Umum
Bentuk perintah tegas (Meireikei) digunakan untuk memberikan instruksi, Perintah langsung, atau paksaan tindakan secara keras tanpa menggunakan penhalus bahasa. Karena sifatnya sangat dominan dan terkesan kasar, bentuk ini tidak dipakai dalam percakapan sosial biasa. Pola ini umumnya terbatas pada situasi darurat, komando militer/kepolisian, slogan peringatan, atau sorakan dalam pertandingan olahraga.
Bentuk kausatif digunakan untuk menyatakan tindakan menyuruh, mengizinkan, atau membuat orang lain melakukan suatu aktivitas. Pola ini sering muncul saat atasan menginstruksikan bawahan, orang tua mengatur anak, atau ketika meminta izin untuk diri sendiri. Nuansanya tegas jika dipakai sebagai perintah langsung, namun menjadi sangat halus bila digabungkan dengan pola permohonan.