Menyiapkan NihongoRoute...
N4 Meireikei
Tata BahasaBentuk perintah tegas (Meireikei) digunakan untuk memberikan instruksi, Perintah langsung, atau paksaan tindakan secara keras tanpa menggunakan penhalus bahasa. Karena sifatnya sangat dominan dan terkesan kasar, bentuk ini tidak dipakai dalam percakapan sosial biasa. Pola ini umumnya terbatas pada situasi darurat, komando militer/kepolisian, slogan peringatan, atau sorakan dalam pertandingan olahraga.
Bentuk kata kerja 命令形 (Meireikei / Imperative Form) adalah konjugasi perintah mutlak dan paling keras dalam bahasa Jepang yang digunakan dalam konteks:
u → vokal e.行く (iku) → 行け (ike!) (Pergi sana! / Lari!).飲む (nomu) → 飲め (nome!) (Minum!).止まる (tomaru) → 止まれ (tomare!) (Berhenti!).話す (hanasu) → 話せ (hanase!) (Bicara!).勝つ (katsu) → 勝て (kate!) (Menangkan!).る ganti ろ (ro).食べる → 食べろ (tabero!) (Makan!).見る → 見ろ (miro!) (Lihat!).逃げる (nigeru) → 逃げろ (nigero!) (Kabur! / Selamatkan diri!).する → しろ (shiro!) (Lakukan! / Kerjakan!).来る → 来い (koi! / perhatikan bacaannya!) (Kemari kau!).[Kata Kerja Bentuk Kamus] + な → 入るな (hairu na!) (Jangan masuk!), 触るな (sawaru na!) (Jangan sentuh!).
| Golongan | Bentuk Kamus | Bentuk Perintah (Meirei) | Bentuk Larangan (Kinshi) | Terjemahan Perintah & Larangan |
|---|---|---|---|---|
| Golongan 1 (Lari) | 逃げる | 逃げろ! | 逃げるな! | Kabur! Lari! vs Jangan kabur! |
| Golongan 1 (Berhenti) | 止まる | 止まれ! (tomare) | 止まるな! | Berhenti! vs Jangan berhenti! |
| Golongan 1 (Semangat) | 頑張る | 頑張れ! (ganbare) | 諦めるな! | Berjuanglah! vs Jangan menyerah! |
| Golongan 3 (Datang) | 来る | 来い! (koi) | 来るな! | Kemari kau! vs Jangan ke mari! |
🛑 Rambu Merah Segitiga: 「止まれ」(Wajib Berhenti Sementara).
逃げろ! (Meireikei): Perintah komando darurat paling keras / yel-yel olahraga.逃げなさい (Nasai): Perintah orang tua/guru kepada anak.逃げてください (Te-kudasai): Permohonan sopan standar.食べろ atau ❌ 待て kepada teman/rekan kerja terdengar sangat kasar, arogan, dan memicu pertengkaran.こい (koi!).Pola ini digunakan untuk memberikan instruksi, permintaan, atau perintah secara sangat sopan (Sonkeigo) kepada lawan bicara. Ungkapan ini umum ditemukan dalam pengumuman publik, layanan pelanggan, atau dunia bisnis untuk meminta seseorang melakukan sesuatu tanpa terdengar memaksa. Penggunaannya menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada tamu, pelanggan, atau atasan.
Bentuk kausatif digunakan untuk menyatakan tindakan menyuruh, mengizinkan, atau membuat orang lain melakukan suatu aktivitas. Pola ini sering muncul saat atasan menginstruksikan bawahan, orang tua mengatur anak, atau ketika meminta izin untuk diri sendiri. Nuansanya tegas jika dipakai sebagai perintah langsung, namun menjadi sangat halus bila digabungkan dengan pola permohonan.