1. Tujuan Belajar (Can-Do Objectives)
Pada bab ini, kita akan belajar skill penting berikut untuk mencapai target kemampuan:
• Bab ini melatih cara pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan yang sedang berlangsung pada saat dibicarakan, atau menunjukkan keadaan menetap yang dihasilkan dari suatu tindakan menggunakan pola ~ています (Keadaan Sedang Berlangsung) dan ~てしまいました (Penyelesaian / Penyesalan).
2. Target Kosakata
Metode belajar praktis: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia kontekstual.
単語 Kosakata (Vocab)
飽きる
閉まる
消える
壊れる
割れる
折れる
破れる
汚れる
尽きる
外れる
3. Tata Bahasa & Penjelasan
~ています (Keadaan Sedang Berlangsung)
Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan yang sedang berlangsung pada saat dibicarakan, atau menunjukkan keadaan menetap yang dihasilkan dari suatu tindakan. Pola ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari maupun situasi formal saat menggambarkan aksi yang belum selesai atau status terkini. Nuansa yang dibawakan adalah netral dan sopan.
Contoh Kalimat (Examples)
Tanaka-san wa kyoushitsu de nihongo o benkyou shite imasu.
Tanaka sedang belajar bahasa Jepang di kelas.
Ima, ame ga futte imasu ka.
Apakah sekarang sedang turun hujan?
Watashi wa Toukyou ni sunde imasu.
Saya tinggal di Tokyo.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Fungsi & Konteks
Pola ~ています (te imasu) memiliki dua ranah makna sentral yang sangat fundamental dalam tata bahasa Jepang:
- Aksi yang Sedang Berlangsung Saat Ini (Progressive Action): Subjek sedang berada di tengah-tengah melakukan perbuatan dinamis ("Sedang makan", "Sedang belajar", "Sedang hujan").
- Kondisi Hasil Tindakan yang Terus Melekat (Resultative State): Suatu aksi yang sudah terjadi di masa lampau namun dampak/status hasilnya masih terus bertahan hingga sekarang ("Sudah menikah", "Tinggal di Tokyo", "Bekerja di perusahaan Toyota", "Mengenakan kacamata", "Mengenal seseorang").
Cara Pakai & Aturan
- Rumus Konjugasi:
[Kata Kerja Bentuk-Te] + います (Positif) / いません (Negatif)
- Kategori Kata Kerja Status Melekat (Wajib Te-Imasu):
- Menikah:
結婚しています(Sudah berstatus menikah - bukan kekkon shimasu). - Tempat Tinggal:
東京に住んでいます(Tinggal menetap di Tokyo). - Pekerjaan/Perusahaan:
トヨタで働いています / 勤めています(Bekerja di Toyota). - Kepemilikan Benda:
車を持っています(Memiliki mobil). - Mengenal Orang:
田中さんを知っています(Mengenal Pak Tanaka).
- Penyangkalan Kata Mengenal (Shiru):
- Mengetahui/Kenal: 知っています
- ⚡ Pengecualian Penyangkalan: Jika tidak tahu/tidak kenal, DILARANG mengatakan ❌ 知っていません, melainkan wajib mengatakan
知りません (shirimasen).
Variasi Bentuk
| Kategori Makna | Kata Kerja | Contoh Kalimat Lengkap | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Sedang Berlangsung | 勉強しています | 今、部屋で日本語を勉強しています。 | Ima, heya de nihongo o benkyou shite imasu. | Sekarang saya sedang belajar bahasa Jepang di kamar. |
| Kondisi Cuaca | 降っています | 外は強い雨が降っていますよ。 | Soto wa tsuyoi ame ga futte imasu yo. | Di luar sedang turun hujan lebat lho. |
| Status Pernikahan | 結婚しています | 姉は去年結婚して、大阪に住んでいます。 | Ane wa kyonen kekkon shite, Oosaka ni sunde imasu. | Kakak perempuan saya berstatus sudah menikah dan tinggal di Osaka. |
| Status Pekerjaan | 働いています | 父は銀行で働いています。 | Chichi wa ginkou de hataraite imasu. | Ayah saya bekerja di bank. |
| Status Pengetahuan | 知っています | あの人の名前を知っていますか。 | Ano hito no namae o shitte imasu ka. | Apakah Anda mengetahui/kenal nama orang itu? |
Konteks Pemakaian Nyata
- Menjawab Panggilan Telepon saat Sedang Beraktivitas: Menjelaskan kegiatan yang sedang berjalan.
- Wawancara Kerja Menjelaskan Status Domisili: Menjelaskan tempat tinggal saat ini.
- Menjawab Pertanyaan Identitas Seseorang:
Perbandingan dengan Pola Serupa
今食べています: Saat detik ini mulut sedang mengunyah makanan (Progressive).車を持っています: Memiliki mobil sebagai aset yang melekat (Resultative State).
Kesalahan Fatal ⚠️
いいえ、知っていません。 (Salah total dalam kaidah bahasa Jepang baku!)いいえ、知りません。 (Benar → tidak tahu wajib memakai 知りません)結婚しています bermakna sudah menikah (punya pasangan), bukan sedang berada di pelaminan akad nikah.~てしまいました (Penyelesaian / Penyesalan)
Mengungkapkan bahwa suatu tindakan telah selesai dilakukan secara menyeluruh dan tuntas, atau menyatakan rasa penyesalan/kekecewaan atas kejadian yang tidak sengaja terjadi. Nuansa yang dibawanya berkisar dari kelegaan karena aksi rampung hingga rasa bersalah atas kelalaian. Tata bahasa ini mempertegas bahwa hasil akhir dari aksi tersebut tidak dapat diubah lagi.
Contoh Kalimat (Examples)
Taisetsu na shorui o ofisu ni wasurete shimaimashita.
Saya tidak sengaja meninggalkan dokumen penting di kantor.
Ukkari oki ni iri no kappu o wacchatta.
Tanpa sengaja aku memecahkan cangkir kesayanganku.
Konshuuchuu ni yomu yotei no hon o zenbu yonde shimaimashita.
Saya sudah membaca habis semua buku yang dijadwalkan untuk minggu ini.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Fungsi & Konteks
Pola ~てしまいました (te shimaimashita / kasual: ちゃう / じゃう) memiliki dua fungsi rasa bahasa utama dalam bahasa Jepang:
- Penyelesaian Tuntas 100% ("Tuntas selesai sampai habis"): Menyatakan bahwa suatu tugas, buku tebal, atau makanan telah diselesaikan atau dihabiskan secara menyeluruh ("Sudah membaca habis buku", "Pekerjaan sudah selesai tuntas").
- Penyesalan / Kejadian Apes ("Terlanjur / Tidak Sengaja Rusak / Hilang"): Menyatakan rasa sesal, kecewa, sedih, atau rasa bersalah atas suatu peristiwa buruk yang terjadi di luar kendali ("Dompet saya terlanjur terjatuh hilang", "Kunci tertinggal", "Kereta terlanjur berangkat").
Cara Pakai & Aturan
- Rumus Konjugasi: Ubah kata kerja ke Bentuk-Te, lalu tempelkan
しまいました(atau bentuk kasualnya).
読む→読んでしまいました(sudah membaca habis).落とす→落としてしまいました(terlanjur menjatuhkan / hilang).忘れる→忘れてしまいました(terlanjur lupa / ketinggalan).
- Ragam Kasual Percakapan Teman Sebaya (
〜ちゃう / 〜じゃう):
〜てしまう→〜ちゃう (chau)(食べちゃう= makan habis / terlanjur makan).〜でしまう→〜じゃう (jau)(飲んじゃう= minum habis,死んじゃう= mati).
Variasi Bentuk
| Kategori Nuansa | Bentuk Kata Kerja | Contoh Kalimat Nyata | Cara Baca (Romaji) | Terjemahan Bahasa Indonesia |
|---|---|---|---|---|
| Penyesalan Barang Hilang | 落としてしまいました | 電車の中に財布を忘れてしまいました。 | Densha no naka ni saifu o wasurete shimaimashita. | Dompet saya terlanjur tertinggal di dalam kereta (menyesal). |
| Penyesalan Kerusakan | 壊してしまいました | 友達から借りたカメラを壊してしまいました。 | Tomodachi kara karita kamera o kowashite shimaimashita. | Saya tidak sengaja merusakkan kamera yang saya pinjam dari teman. |
| Penyelesaian Tuntas | 読んでしまいました | 面白くて、一日で本を全部読んでしまいました。 | Omoshirokute, ichinichi de hon o zenbu yonde shimaimashita. | Karena sangat menarik, saya membaca tuntas buku itu dalam 1 hari. |
| Kasual Percakapan (Chau) | 忘れちゃった | 大変!宿題を家に忘れちゃった! | Taihen! Shukudai o ie ni wasurechatta! | Gawat! PR-ku terlanjur ketinggalan di rumah! |
Konteks Pemakaian Nyata
- Memohon Maaf atas Kesalahan Kerja di Kantor:
- Melaporkan Koper yang Tertinggal di Taksi:
- Menghabiskan Seluruh Kue Ulang Tahun:
Perbandingan dengan Pola Lampau Biasa
財布を落としました (Fakta Dingin Datar): Saya menjatuhkan dompet.財布を落としてしまいました (Rasa Penyesalan Batin): Dompet saya terlanjur jatuh hilang (ada rasa terpukul dan sedih).
Kesalahan Fatal ⚠️
試験に合格してしまいました。 (Terdengar seperti menyesal karena telah lulus ujian!)試験に合格しました! (Benar → kabar gembira gunakan bentuk lampau biasa).4. Daftar Kanji Dasar (Bab 29)
Ingin mahir menulis aksara Jepang? Pelajari detail urutan goresan (stroke order), cara baca Onyomi dan Kunyomi, serta contoh kosakata praktis di modul Kanji khusus NihongoRoute.
漢字 Kanji Pelajaran
5. Catatan Budaya
Catatan Budaya: Perbedaan Nuansa ~ています (Intransitif) dan ~てあります (Transitif)
Pola [Kata Kerja Intransitif] + ~ています digunakan untuk menggambarkan keadaan benda yang tampak di depan mata tanpa berfokus pada siapa yang melakukannya (contoh: ドアが開いています - Pintu terbuka). Sedangkan [Kata Kerja Transitif] + ~てあります menekankan bahwa keadaan tersebut sengaja dibuat oleh seseorang untuk tujuan tertentu.
Catatan Budaya: Dua Fungsi Utama Bentuk ~てしまいました
Pola ~てしまいました memiliki dua arti bergantung konteks: (1) Menyelesaikan suatu pekerjaan secara tuntas/sepenuhnya (contoh: 宿題をやってしまいました - Sudah menyelesaikan PR sampai tuntas), dan (2) Mengungkapkan penyesalan, kekecewaan, atau ketidaksengajaan atas kejadian buruk yang terjadi (contoh: 鍵を落としてしまいました - Waduh, kunci saya tidak sengaja jatuh).
Catatan Budaya: Etika Menyampaikan Kerusakan atau Kejadian Tak Sengaja di Jepang
Saat merusakkan barang milik bersama atau fasilitas tempat kerja, orang Jepang tidak hanya menggunakan penjelas keadaan seperti こわれました (rusak), tetapi menggabungkannya dengan ungkapan penyesalan ~てしまいました serta kalimat permohonan maaf (すみません) untuk menunjukkan rasa tanggung jawab.
