Bayangkan seseorang sedang berjalan (辶) mendaki area berbukit (阝) untuk mengikuti (随) takdirnya. Selama perjalanan panjang itu, satu-satunya penunjuk arah yang ia miliki hanyalah pantulan cahaya bulan (月) yang jatuh menyinari permukaan tanah (土).
Secara visual, gabungan bukit, jalan, bulan, dan tanah ini membentuk satu kesatuan cerita tentang perjalanan seseorang yang tunduk dan mengikuti hukum alam.