Bayangkan seorang pemimpin hebat atau 'raja' (王) yang suci. Dia selalu mendengarkan bisikan kebenaran dengan 'telinga' (耳) miliknya, kemudian menyebarkan kebijaksanaan tersebut lewat 'mulut' (口) ke seluruh dunia. Orang yang menyatukan telinga, mulut, dan kepemimpinan raja ini adalah sosok yang suci.