Bayangkan seorang anak (子) di bawah atap (亠) yang sedang belajar keras di depan kompor dengan api membara (杰) untuk mematangkan (熟) pemikirannya. Dia terus melatih mulutnya (口) membaca sembilan (九) kitab suci hingga benar-benar menguasai keterampilan tersebut.
Proses menjadi dewasa dan matang membutuhkan usaha keras bagaikan menempa anak (子) dengan api (杰). Ketika pengetahuan telah dimasak dengan matang, barulah seseorang memperoleh keterampilan yang sempurna.