πΉ Apa Itu Setsubun?
η―ε (setsubun) secara harfiah berarti "pembagian musim", jatuh sehari sebelum awal musim semi menurut kalender lunar tradisional, biasanya sekitar tanggal 3 Februari. Tradisi ini menandai pergantian musim dan dipercaya sebagai waktu ketika roh jahat (oni) paling mudah masuk ke dunia manusia.
π« Mamemaki: Ritual Lempar Kacang
Ritual utama setsubun disebut θ±γΎγ (mamemaki) β melempar kacang kedelai yang sudah dipanggang (irimame) ke arah pintu atau ke seseorang yang memakai topeng oni, sambil meneriakkan "ι¬Όγ―ε€οΌη¦γ―ε
οΌ" (Oni wa soto! Fuku wa uchi!, "Setan keluar! Keberuntungan masuk!"). Biasanya kepala keluarga atau anggota yang lahir di tahun shio yang berlaku (toshiotoko/toshionna) yang bertugas melempar kacang ini.
Setelah ritual, ada kebiasaan memakan kacang kedelai sejumlah usia sendiri (kadang ditambah satu) sebagai simbol harapan kesehatan dan keberuntungan sepanjang tahun ke depan.
π Ehomaki: Sushi Gulung Keberuntungan
Tradisi lain yang makin populer terutama sejak dipromosikan pedagang konbini adalah makan ehomaki (ζ΅ζΉε·»γ) β sushi gulung besar yang dimakan utuh tanpa dipotong, menghadap arah keberuntungan tahun tersebut (ehou), sambil diam tanpa bicara sampai selesai makan. Dipercaya memotong gulungan akan "memutus" keberuntungan.
π« Setsubun di Sekolah dan Kuil
Banyak taman kanak-kanak dan sekolah dasar mengadakan acara setsubun sederhana dengan guru berpakaian oni dan murid melempar kacang bola kertas. Kuil-kuil besar juga sering mengadakan acara mamemaki publik yang melibatkan selebriti atau tokoh terkenal melempar kacang ke kerumunan.
π‘ Kenapa Tradisi Ini Menarik Dipelajari
Setsubun jadi contoh bagus bagaimana tradisi kuno tetap hidup dan bahkan berevolusi (seperti tren ehomaki) di masyarakat Jepang modern, menyatu dengan budaya konsumen kontemporer.
