Menyiapkan NihongoRoute...
Dalam masyarakat modern di mana efisiensi dan hasil instan dianggap sebagai mandat utama, makna keberadaan humaniora, khususnya sastra, sedang dipertanyakan kembali. Seiring dengan kemajuan teknologi digital, informasi telah terfragmentasi dan diturunkan statusnya menjadi sekadar objek untuk dikonsumsi. Di bawah tren seperti ini, sastra, yang sekilas tampak kurang praktis dan tidak segera menghasilkan keuntungan ekonomi, cenderung dianggap sebagai hal yang sangat tidak mendesak. Namun, sikap membuang nilai-nilai yang tidak dapat dikuantifikasi dapat menyebabkan kehancuran mental. Kemunduran sastra tidak hanya berhenti pada fenomena menjauhnya masyarakat dari bahan bacaan cetak, tetapi juga menyimpan krisis serius berupa pendangkalan pemikiran manusia dan hilangnya rasa empati.