🚫 Kalimat Negatif untuk Kata Benda
Untuk menegasikan kalimat dengan kata benda, bentuk です (desu) diubah menjadi ではありません (dewa arimasen) atau versi lebih santainya じゃありません (ja arimasen). Contoh: 学生です → 学生ではありません (bukan pelajar).
Versi lebih kasual lagi dalam percakapan sehari-hari: 学生じゃない (gakusei ja nai).
🎨 Kalimat Negatif untuk Kata Sifat -i
Kata sifat berakhiran い (i-adjective) dinegasikan dengan menghilangkan い terakhir dan menambahkan くありません (ku arimasen), atau versi santai くない (ku nai). Contoh: 高い (takai, mahal) → 高くありません / 高くない (tidak mahal).
Perhatikan pengecualian penting: いい (ii, "bagus") justru berubah bentuk dasarnya jadi よ sebelum dinegasikan → よくありません / よくない, bukan いくない.
🌸 Kalimat Negatif untuk Kata Sifat -na
Kata sifat -na (na-adjective) mengikuti pola yang sama seperti kata benda, karena secara gramatikal berperilaku serupa: 静かです (shizuka desu, tenang) → 静かではありません / 静かじゃない.
🏃 Kalimat Negatif untuk Kata Kerja
Untuk kata kerja bentuk sopan (~masu), bentuk negatifnya adalah mengganti masu dengan ません (masen): 食べます → 食べません (tidak makan), 飲みます → 飲みません (tidak minum).
Untuk bentuk kamus/kasual, pola negatifnya tergantung kelompok kata kerja (ichidan/godan) — kata kerja ichidan cukup ganti る dengan ない (食べる → 食べない), sementara kata kerja godan mengubah bunyi akhir ke baris "a" ditambah ない (飲む → 飲まない, 話す → 話さない).
⏳ Kalimat Negatif Bentuk Lampau
Untuk menegasikan kalimat lampau, ~ませんでした (masen deshita) dipakai untuk bentuk sopan: 食べませんでした (tidak makan, lampau). Untuk bentuk kasual, ~なかった (nakatta) menggantikan ~ない: 食べなかった.
💡 Kunci Memahami Pola Negatif
Karena banyak variasi tergantung jenis kata dan tingkat formalitas, cara paling efektif adalah menghafal pola per kategori (kata benda/na-adjective, i-adjective, kata kerja) secara terpisah, bukan mencoba mencari satu aturan universal yang berlaku untuk semuanya.
